Bolehkah Puasa Sunnah Setelah Nisfu Syaban? Ustadzah Halimah Alaydrus Beri Penjelasan

Bolehkah Puasa Sunnah Setelah Nisfu Syaban? Ustadzah Halimah Alaydrus Beri Penjelasan

ceramah ustadzah halimah alaydrus-Ilustrasi-Pixabay

"Yang enggak boleh itu kalau puasa sunnah yang enggak nyambung dengan sebelumnya. Jadi sesudah tanggal 15 itu ibu-ibu enggak boleh puasa, kecuali puasa wajib, bayar utang," imbuh Ustadzah Halimah Alaydrus.

"Jadi yang boleh itu puasa wajib dan puasa sunnah yang nyambung. Puasa sunnah senin-kamis. Masuk tanggal 16 (syaban), ibu puasa sunnah enggak apa-apa, asal nyambung," pungkas Ustadzah Halimah Alaydrus.

Namun jika puasa sunnah tersebut terputus di tengah jalan, maka kaum muslimin tidak boleh menyambungkan lagi saumnya.

Bahkan Ustadzah Halimah Alaydrus mengurai hadits dari larangan tersebut.

BACA JUGA:5 Zodiak ini Sangat Friendly dan Banyak Teman, Tapi Ada Minusnya Juga Loh!

"Misal ada orang syaban satu bulan puasa semua, itu boleh. Silahkan di atas tanggal 15 itu tetap puasa. Hanya saja, dia wajib enggak puasa hari terakhir nanti syaban. Kalau di adalah tanggal 30 syaban, itu berarti namanya yaumus syak, hari keraguan. Apalagi kalau ada yang bilang besok tanggal 1 Ramadhan," ujar Ustadzah Halimah Alaydrus.

"Katanya Nabi Muhammad SAW "Siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan, dia telah durhaka kepada nabi Muhammad SAW". Alasannya nabi adalah untuk membuat persatuan," tegasnya.

Yuk bagi kalian yangmasih memiliki hutang puasa di Ramadhan lalu sebaiknya segera selesaikan sebelum kalian memasuki bulan ramadhan selannjutnya.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: