Dinamika Global dan Dampaknya Terhadap Pelaksanaan APBN 2024: Risiko Plus Tindakan Mitigasi!

Dinamika Global dan Dampaknya Terhadap Pelaksanaan APBN 2024: Risiko Plus Tindakan Mitigasi!

Pemerintah memproyeksikan bahwa sejumlah faktor dari dalam dan luar negeri akan mempengaruhi pelaksanaan APBN 2024.--

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pemerintah memproyeksikan bahwa sejumlah faktor dari dalam dan luar negeri akan mempengaruhi pelaksanaan APBN 2024.

Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah potensi terjadinya perubahan arus modal asing dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pergeseran ini bisa terjadi karena kebijakan ketat dalam hal moneter, yang mencakup peningkatan suku bunga oleh bank sentral.

Dampak dari pergeseran arus modal ini dapat berdampak pada stabilitas nilai tukar, situasi pasar modal, dan stabilitas pasar keuangan di Indonesia.

BACA JUGA:Ucapkan Doa Pembuka Pintu Rezeki, Gus Baha: Ini Jam yang Mustajab! 

Tekanan semacam itu juga bisa dipicu oleh kebijakan ketat moneter global yang direspon oleh Bank Indonesia melalui kenaikan suku bunga.

Dalam pasar keuangan domestik, hal ini berpotensi meningkatkan biaya modal.

Selain itu, ketidakpastian di tingkat global juga dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta kelanjutan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dampak dari ketidakpastian ini termasuk fluktuasi harga komoditas global, peningkatan inflasi global, dan kondisi geopolitik global yang bisa mengganggu kerja sama dan kemitraan strategis.

BACA JUGA:Bagaimana Hukum Pernikahan Wanita yang Hamil Duluan? Ini Penjelasan Gus Baha 

Fenomena ini bisa mengakibatkan perlambatan dalam aktivitas perdagangan dan arus investasi global.

Fenomena fragmentasi ini berdampak pada negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada ekspor dan investasi dari luar negeri.

Fragmentasi global juga memicu fenomena dedolarisasi yang memengaruhi ekonomi Amerika Serikat dan stabilitas ekonomi global.

Kondisi merosotnya performa ekonomi global juga akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia, terutama karena tren harga moderat pada komoditas unggulan seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO).

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: