Pertempuran di Kharkiv Makin Sengit, Warga Ukraina Jadi Korban

Pertempuran di Kharkiv Makin Sengit, Warga Ukraina Jadi Korban

Peta perebutan wilayah Kharkiv antara Rusia dan Ukraina.--Istimewa

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pemerintah Ukraina mendesak warga sipil di wilayah timur laut negara tersebut untuk mengungsi.
 
Seruan tersebut muncul sehubungan dengan makin intensnya serangan tentara Rusia di wilayah yang pernah dikuasai mereka selama konflik sebelumnya.
 
Fokus utama adalah wilayah Kupiansk dan sekitarnya di wilayah Kharkiv, yang merupakan garis depan pertempuran.
 
Wilayah ini sebelumnya berhasil dibebaskan oleh pasukan Ukraina pada bulan September, namun pasukan Rusia kini kembali memperkuat serangan mereka.
 
Sebanyak 37 permukiman terjebak antara wilayah tersebut dan garis depan tentara Rusia.
 
 
Militer Ukraina menyarankan penduduk untuk mengungsi ke kota Kharkiv yang lebih aman, sekitar 90 kilometer barat dari wilayah terkena dampak.
 
Anak-anak, orang tua, dan orang sakit diimbau untuk segera pergi demi keselamatan mereka.
 
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukan mereka telah memperbaiki posisi mereka di garis depan dekat kota tersebut.
 
Operasi ofensif pasukan Rusia juga dilaporkan telah membuat kemajuan.
 
Penduduk setempat melaporkan adanya serangan udara yang mengenai wilayah sasaran.
 
 
Situasinya semakin memprihatinkan dengan nyawa penduduk terancam serta kerusakan yang terjadi.
 
Ukraina sebelumnya melancarkan serangan balasan pada bulan Juni setelah menerima pasokan bantuan senjata dari sekutu Barat.
 
Meskipun demikian, pertempuran terbukti sulit dan kemajuan terbatas.
 
Moskow juga melaporkan bahwa mereka berhasil menghadang serangan drone Ukraina yang mendekati Krimea dan Moskow.
 
Meskipun tidak ada korban atau kerusakan, situasi konflik tetap tegang

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: