Kim Jong Un Larang Rakyatnya Bunuh Diri Karena Dianggap Khianati Sosialisme

Kim Jong Un Larang Rakyatnya Bunuh Diri Karena Dianggap Khianati Sosialisme

korea utara eksekusi mati tiga remaja yang menonton dan menyebarkan drakor-Derek Brumby-istockphoto

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengeluarkan larangan terhadap bunuh diri dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap sosialisme.
 
Menurut laporan Radio Free Asia, langkah tersebut diambil karena diperkirakan terjadi peningkatan jumlah kasus bunuh diri di negara tersebut.
 
Kim memerintahkan otoritas setempat untuk melakukan upaya pencegahan bunuh diri.
 
Meskipun jumlah kasus bunuh diri di Korea Utara sulit dipastikan karena kurangnya informasi yang diberikan oleh rezim tersebut, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memperkirakan adanya peningkatan sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Mei.
 
Dalam arahan tersebut, Kim menggambarkan bunuh diri sebagai pengkhianatan terhadap sosialisme.
 
 
Ia menyatakan bahwa pejabat pemerintah daerah akan dimintai pertanggungjawaban atas kegagalan mereka dalam mencegah bunuh diri di wilayah yurisdiksi mereka.
 
Perintah tersebut disampaikan dalam serangkaian pertemuan darurat di provinsi-provinsi di Korea Utara.
 
Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya dari provinsi Hamgyong Utara di timur laut mengungkapkan hal ini untuk melindungi keselamatan mereka.
 
Pejabat tersebut menyatakan bahwa peserta pertemuan tersebut terkejut dengan pengungkapan data mengenai kasus bunuh diri, yang secara tersirat mengkritik negara dan sistem sosial.
 
Seorang pejabat dari provinsi tetangga Ryanggang yang juga merahasiakan identitasnya menyatakan bahwa bunuh diri memiliki dampak yang lebih signifikan pada masyarakat daripada kelaparan.
 
 
Menurut pejabat tersebut, meskipun kebijakan pencegahan bunuh diri telah disetujui oleh Sekretaris Jenderal, para pejabat tidak dapat menemukan solusi yang tepat.
 
Sebagian besar kasus bunuh diri disebabkan oleh kemiskinan dan kelaparan yang parah, sehingga saat ini sulit dilakukan tindakan pencegahan.
 
"Sebagian besar kasus bunuh diri disebabkan oleh kemiskinan dan kelaparan yang parah, jadi tidak ada yang bisa melakukan tindakan pencegahan saat ini," kata seorang pejabat Korut yang tak mau disebutkan namanya.
 
Dalam pertemuan tersebut, terdapat diskusi yang melibatkan deskripsi rinci kasus bunuh diri, termasuk contoh-contoh keluarga yang bunuh diri.
 
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2019, terdapat 8,2 kasus bunuh diri per 100 ribu orang di Korea Utara, menempatkan negara tersebut pada peringkat ke-45 dalam tingkat bunuh diri di dunia.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: