Ganjar Pranowo Dinobatkan Gelar 'Warga Kehormatan Masyarakat Sunda' dan 'Ksatria Sunda', Ini Alasannya

Ganjar Pranowo Dinobatkan Gelar 'Warga Kehormatan Masyarakat Sunda' dan 'Ksatria Sunda', Ini Alasannya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gubernur Jawa Tengah sekaligus calon presiden yang diusung oleh PDIP, Ganjar Pranowo diberi gelar sebagai 'Warga Kehormatan Masyarakat Sunda'.

Gelar tersebut diberikan oleh tokoh budaya Sunda kepada Ganjar, saat pria berusia 54 tahun itu hadir dalam acara 'Silaturahmi Budaya Tokoh dan Inohong Sunda di Saung Angklung Udjo, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung, Jawa Barat pada Minggu, 14 Mei 2023.

Salah satu perwakilan Tokoh Budaya Sunda, Nuri Ispandji Firman menyebut bahwa Ganjar merupakan sosok pemimpin yang ramah dan menerima masukan dari rakyat Indonesia.

BACA JUGA:Mulai Saling Senggol! Noel Ebenezer Sebut Prabowo Beda dengan Ganjar: 'Yang Satu Sibuk Nonton Porno'

Nuri Ispandji Firman mengatakan bahwa Ganjar memiliki sifat yang ramah.

"Saya rasa darah yang mengalir di Pak Ganjar ini karena beliau ramah, beliau mencintai rakyatnya," ujar Kang Nuri di Saung Angklung Udjo, Minggu, 14 Mei 2023.

Melihat sikap Ganjar Pranowo, Nuri selaku perwakilan tohon budaya Sunda pun memberikan gelar warga kehormatan Sunda kepada Gubernur Jawa Tengah itu.

"Sehingga wajar kalau saya sebagai orang Sunda memberikan gelar warga kehormatan kepada beliau," tuturnya.

BACA JUGA:Survei SPIN: Elektabilitas Prabowo Subianto Ungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Lebih lanjut, Nuri mengaku kesulitan mencari sosok pemimpin yang ramah dan dapat menerima masukan dari masyarakatnya.

"Kelihatan ya, sulit mencari sosok pemimpin yang ramah, mau menyapa rakyat, tidak ada sekat, kemudian ketika menerima kami pun enak diajak bicaranya, kemudian beliau mau menerima masukan-masukan itu yang luar biasa," ucap Nuri. 

Melihat sifat ramah yang dimiliki Ganjar, Nuri menyebut bahwa pria berambut putih itu memiliki ciri-ciri ksatria bagi masyarakat bumi Tanah Pasundan.

"Sehingga kalau pemimpin yang sulit diajak bicara kan ya mau bagaimana kita memberikan aspirasi, buat bisa turun langsung ke desa dan bertemu rakyatnya, itulah tanda-tanda ksatria di Sunda," ungkap Nuri.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: