Ternyata Ini Makna Melepas Burung Saat Imlek

Ternyata Ini Makna Melepas Burung Saat Imlek

Pelepasan burung saat [email protected]_turah-Instagram

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Tradisi saat perayaan Imlek beraneka ragam mulai dari pembagian angpao, dodol cina, ikan bandeng bahkan ada pula pelepasan burung.

Ternyata tradisi tersebut memiliki makna tersendiri bagi orang-orang yang merayakannya.

Tradisi melepas hewan ke alam bebas atau fang sheng biasa dilakukan warga Tionghoa saat perayaan Imlek. Ritual ini biasa dilakukan setelah melaksanakan sembahyang. Di Indonesia, hewan yang biasa dilepas adalah burung.

BACA JUGA:'Gerak Senyap' Berhasil! IPW Ungkap 3 Strategi Licik Sambo untuk Bebas Hukuman Maksimal: 'Dia Dekati Mahkamah Agung'

"Itu tradisi kita yang sudah turun menurun setiap tahunnya," kata warga keturunan Tionghoa asal Jakarta, Simon Sutjipto, usai melakukan Sembahyang di Vihara Avalokitesvara Kasemen Kota Serang Banten Minggu, 22 Januari 2023.

Pelepasan burung tersebut merupakan suatu tradisi turun menurun yang melambangkan ungkapan untuk melepas keburukan, permohonan maaf dan keselamatan sekaligus untuk menjaga kelestarian alam.

"Makhluk hidup itu sangat penting, kita bisa menciptakan karma yang baik jika menyayangi seluruh makhluk hidup," ujarnya/

Itu bagus untuk diri kita, seperti kesialan dan hal-hal negatif bisa terbang jauh. Burung-burung yang bebas hingga bisa berkelana dan keberuntungan akan balik ke kita," tambahnya.

BACA JUGA:Tahun Baru Imlek 2023, Inilah Kumpulan Ucapan Imlek, Mulai dari Bahasa Mandarin, Hingga Bahasa Inggris

Jumlah burung yang dilepaskan berbeda-beda. Jika yang dilepaskan burung merpati, umumnya yang dilepas sepasang.

Sedangkan untuk burung pipit, jumlahnya harus sesuai rentang usia sejumlah anggota keluarga yang diwakilkan. Biasanya, burung pipit yang dilepaskan harus berjumlah genap, minimum 50 ekor.

Bahkan, akan lebih baik lagi saat ditemukan angka delapan yang menempel di sayap-sayap pipit itu. Diyakini penganutnya, angka delapan menyimbolkan kebaikan yang tiada henti kepada umat dan keluarganya.

Sumber: berbagai sumber

(edited)