Sejarah Angpao, Tradisi yang Melekat di Hari Raya Imlek

Sejarah Angpao, Tradisi yang Melekat di Hari Raya Imlek

Tradisi bagi-bagi angpao sangat melekat pada masyarakat China, tradisi ini juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang anak-anak maupun orang dewasa menunggu angpao pada saat perayaan tahun baru imlek--Sukabumi update

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gong Xi Fa Cai. Angpao artinya adalah hadiah uang dalam angpao yang berwarna merah. Berasal dari bahasa China Hong Bao merupakan tradisi China kuno yang berasal dari Dinasti Song (960-1279).

Mungkin anak-anak kecil di Jakarta khususnya di tempat saya tinggal, angpao tidak asing karena tiap imlek kami sering keliling dan orang-orang Chinanya juga tidak jarang membagikan angpao kepada anak-anak kecil di lingkungannya.

Untuk para orang tuanya, hadiah saat imlek biasanya dibagikan bukan dalam bentuk angpao melainkan kue keranjang atau biasa disebut kue China.

BACA JUGA:Kejutan Imlek 2023! Buruan Ikut DANA Xuper Angpao, Banyak Hadiah Gratis Bisa Kamu Dapat, 5 Cara ini Bisa Memandu Kalian!

Angpao juga diyakini harus berwarna merah karena merah melambangkan keberkahan dan keberuntungan. Dahulu angpao oleh warga China disebut ya sui qian.

Di dalam isi angpao, masyarakat China juga punya ketentuan tertentu di mana isi angpao tidak boleh ada unsur angka 4, seperti 4rb atau 400rb karena 4 berarti kematian.

Masyarakat China memiliki kepercayaan mendalam terhadap angka-angka, oleh karenanya angpao disarankan untuk berisi nominal genap, dan bukan ganjil karena genap memiliki arti kemakmuran, kebahagiaan atau kesejahteraan tak berujung.

Sedikit informasi, warga China punya sejarah kelam di Indonesia khususnya pada jaman era reformasi. Beberapa saat setelah tragedi Mei 1998 banyak pribumi menjarah rumah atau pun toko-toko milik etnis Tionghoa.

BACA JUGA: Promo Imlek 2023, KAI Tebar Tiket Kereta Murah Mulai Rp100 Ribu, Cek Rutenya

Nah pada saat Gus Dur berkuasa, etnis Tionghoa diperlakukan bak raja. Hal ini dilakukan Gus Dur dalam rangka  memulihkan rasa dan hati etnis Tionghoa hal ini dilakukan gus dur semata-mata untuk memulihkan kembali ekonomi nasional.

Apa yang dilakukan Gus Dur terbukti berbekas pada hati masyarakat China sehingga membuat Negeri China mau menjalin hubungan diplomatik kembali dengan Indonesia.

Pada era Gus Dur banyak sekali pengaruh yang dirasakan masyarakat khususnya warga Jakarta seperti saya, dimana masyarakat Indonesia, bukan saja anak-anak tetapi juga orang dewasa, aktif berhubungan dengan orang China.

Di dalam Hari Raya Imlek selain Angpao yang melekat pada tradisi masyarakat China adalah ucapan Gong Xi Fa Cai, ucapan ini berarti "semoga mendapat kekayaan yang makin melimpah". Ucapan ini merupakan doa dan pengharapan yang biasa disampaikan oleh orang-orang Tionghoa untuk dirinya sendiri atau kerabat mereka. 

Sumber:

(edited)