Demokrasi Diserang AI Diam-Diam, Opini Publik Bisa Direkayasa Tanpa Demo dan Tanpa Massa

Demokrasi Diserang AI Diam-Diam, Opini Publik Bisa Direkayasa Tanpa Demo dan Tanpa Massa

Ancaman AI terhadap demokrasi makin nyata, opini publik bisa direkayasa lewat persona digital tanpa disadari pengguna media sosial.-Foto: IG @infosemarangterkini-

“Kita tidak seharusnya membayangkan bahwa masyarakat akan tetap tidak berubah seiring munculnya sistem-sistem ini. Kemungkinan hasilnya adalah menurunnya kepercayaan terhadap suara-suara yang tidak dikenal di media sosial, yang dapat memberdayakan para selebritas dan mempersulit pesan-pesan dari akar rumput untuk menembusnya,” ujar Kevin Leyton-Brown.

Artinya, suara publik yang asli justru bisa tenggelam, sementara narasi yang didorong oleh sistem justru mendominasi.

Ke depan, pemilihan umum diprediksi akan menjadi arena pembuktian sejauh mana teknologi ini bisa memengaruhi demokrasi. Tantangannya bukan lagi sekadar menangkal hoaks, tapi mengidentifikasi operasi pengaruh berbasis AI sebelum menyebar luas.

Jika terlambat disadari, bukan tidak mungkin demokrasi berubah arah tanpa disadari oleh pemilihnya sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait