Tak Pandai Berhitung? Masih Bisa Sukses Lewat 7 Pekerjaan Ini

Tak Pandai Berhitung? Masih Bisa Sukses Lewat 7 Pekerjaan Ini

Ilustrasi pekerjaan.--Foto: Istimewa.

BACA JUGA:Awalnya Hanya Sariawan, Penyakit Istri Pesulap Merah Berujung Kematian

Jurusan yang selaras dengan profesi ini meliputi sastra, bahasa, ilmu komunikasi, dan jurnalistik.

Guru Bahasa, Ilmu Sosial, dan Agama

Peran guru tetap menjadi tulang punggung pendidikan. Tidak semua pengajar harus bergelut dengan angka. Guru mata pelajaran bahasa, ilmu sosial, atau pendidikan agama lebih menekankan pemahaman konsep, kemampuan menyampaikan materi, serta membangun karakter peserta didik.

Tugas utama mereka adalah membantu siswa memahami materi dan membentuk pola pikir kritis. Aktivitas berhitung hampir tidak menjadi fokus utama.

Jurusan yang relevan antara lain pendidikan bahasa Indonesia, sejarah, PGSD, PAI, serta PAUD.

Pelatih Atletik

Profesi pelatih olahraga lebih banyak berhubungan dengan kebugaran fisik dan pengembangan kemampuan atlet. Aktivitas sehari-hari berkaitan dengan latihan, motivasi, serta pendampingan fisik.

Meski ada unsur pengukuran, pekerjaan ini tidak menuntut kemampuan matematika yang kompleks. Banyak pelatih bahkan menjadikan lapangan sebagai kantor utama mereka.

BACA JUGA:Mau Bikin SIM? Ini Cara Daftar Online dan Biaya yang Harus Disiapkan

Jurusan pendidikan olahraga menjadi jalur yang paling umum untuk profesi ini.

Kurator Museum

Kurator bertugas merancang pameran dan menyusun narasi sejarah maupun budaya agar mudah dipahami publik. Pekerjaan ini menitikberatkan pada riset, interpretasi, serta penyusunan konsep pameran.

Alih-alih berhitung, kurator lebih banyak berurusan dengan konteks sejarah, nilai budaya, dan makna koleksi. Ketelitian memang penting, namun bukan dalam bentuk perhitungan matematis.

Latar belakang pendidikan yang sesuai antara lain sejarah dan filsafat.

Psikolog

Profesi psikolog berfokus pada pemahaman perilaku manusia, emosi, serta kondisi mental. Mereka membantu individu menghadapi stres, trauma, kecanduan, maupun persoalan psikologis lainnya.

Meski ada metode penelitian dalam pendidikan psikologi, praktik sehari-hari lebih menekankan analisis perilaku dan komunikasi interpersonal daripada hitungan angka.

BACA JUGA:Pengakuan Jennifer Coppen Soal Malam Terakhir Dali Wassink sebelum Meninggal, Bikin Heboh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait