KH Hasib Wahab Dinilai Bisa Jadi Peneduh dan Pemersatu NU, Ini Alasannya
KH Hasib Wahab dinilai Abdur Rozaq layak dipertimbangkan sebagai Rais Aam PBNU karena pengalaman, silaturahmi, dan kemampuannya mempersatukan NU.-Dok. Postingnews-
Dalam konteks tersebut, pengalaman serta jaringan silaturahmi seorang ulama senior menjadi sangat penting.
Abdur Rozaq kemudian mengaitkan karakter tersebut dengan sosok KH Hasib Wahab Chasbullah.
BACA JUGA:Muktamar NU Disiapkan Diam-Diam, Gus Ipul Bilang Semua Aman Terkendali
Mengapa KH Hasib disebut mewarisi perjuangan KH Wahab Chasbullah?
Menurut Abdur Rozaq, hubungan KH Hasib dengan KH Wahab Chasbullah tidak berhenti pada hubungan keluarga.
Ia menilai terdapat gagasan dan semangat perjuangan yang ikut diwariskan kepada generasi berikutnya.
KH Hasib disebut tumbuh dalam lingkungan yang memiliki keterikatan kuat dengan sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama.
Pengalaman tersebut kemudian dianggap memberikan pengaruh terhadap cara KH Hasib menjalankan pengabdian.
Abdur Rozaq menyebut warisan tersebut sebagai ideologi perjuangan yang terus diteruskan dalam kehidupan NU.
Karena itu, ia menilai rekam pengabdian KH Hasib perlu dilihat dalam konteks sejarah tersebut.
BACA JUGA:Muktamar Digulirkan, Gus Ipul Minta Nahdliyin Tak Terprovokasi Kabar Liar
Apakah KH Hasib Wahab dinilai layak menjadi Rais Aam PBNU?
Atas berbagai pertimbangan tersebut, Abdur Rozaq menilai KH Hasib Wahab layak dipertimbangkan sebagai Rais Aam PBNU.
Penilaian tersebut didasarkan pada rekam pengabdian, keteladanan, serta kemampuannya menjaga hubungan antarkalangan.
Menurut SIN, posisi Rais Aam membutuhkan sosok ulama yang mampu menjadi rujukan moral bagi warga Nahdliyin.
Figur tersebut juga diharapkan mampu memberikan keteduhan ketika organisasi menghadapi perbedaan dan dinamika internal.
Abdur Rozaq melihat karakter tersebut terdapat dalam sosok KH Hasib Wahab berdasarkan pengamatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
