Banner Yamaha Fazzio

KH Hasib Wahab Dinilai Bisa Jadi Peneduh dan Pemersatu NU, Ini Alasannya

KH Hasib Wahab Dinilai Bisa Jadi Peneduh dan Pemersatu NU, Ini Alasannya

KH Hasib Wahab dinilai Abdur Rozaq layak dipertimbangkan sebagai Rais Aam PBNU karena pengalaman, silaturahmi, dan kemampuannya mempersatukan NU.-Dok. Postingnews-

Abdur Rozaq menilai kiprah tersebut menjadi bagian dari kontribusi yang patut diperhitungkan dalam melihat sosoknya.

BACA JUGA:Koalisi Tiga Tokoh NU Dinilai Berpotensi Ubah Arah Muktamar, Ini Faktor yang Jadi Penentunya

Mengapa tradisi silaturahmi menjadi sorotan dalam sosok KH Hasib?

Salah satu karakter KH Hasib Wahab yang mendapat perhatian Abdur Rozaq adalah kebiasaannya menjaga silaturahmi.

Ia menyebut KH Hasib sebagai sosok yang gemar menjalin hubungan dengan berbagai kalangan.

Kebiasaan berziarah serta menghadiri haul para ulama juga dinilai menjadi bagian dari karakter tersebut.

Bagi Abdur Rozaq, tradisi tersebut mencerminkan nilai penting yang selama ini melekat dalam kehidupan Nahdlatul Ulama.

Di antaranya adalah penghormatan kepada ulama pendahulu, menjaga sanad, serta memperkuat hubungan antarkalangan.

Tradisi tersebut juga dinilai mampu menciptakan ruang komunikasi ketika organisasi menghadapi perbedaan pandangan.

Karena itu, kemampuan merawat silaturahmi dipandang menjadi modal penting bagi seorang figur ulama senior.

BACA JUGA:NU Mau Muktamar, Bursa Ketum Mulai Panas, Menteri Agama Sampai Mantan Bos PBNU Ikut Disebut

Bagaimana karakter KH Hasib dinilai dapat merawat persatuan NU?

Abdur Rozaq melihat kemampuan membangun silaturahmi sebagai salah satu kekuatan KH Hasib Wahab.

Menurutnya, karakter tersebut dapat membuat seorang ulama berperan sebagai peneduh ketika muncul perbedaan.

Figur seperti itu juga dianggap mampu menjadi penghubung berbagai kelompok yang memiliki pandangan berbeda.

Bagi SIN, kebutuhan terhadap sosok pemersatu menjadi semakin penting ketika organisasi menghadapi dinamika internal.

Perbedaan pandangan dinilai dapat dikelola melalui komunikasi, keteladanan, dan hubungan antarelemen organisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait