KH Hasib Wahab Dinilai Bisa Jadi Peneduh dan Pemersatu NU, Ini Alasannya
KH Hasib Wahab dinilai Abdur Rozaq layak dipertimbangkan sebagai Rais Aam PBNU karena pengalaman, silaturahmi, dan kemampuannya mempersatukan NU.-Dok. Postingnews-
Abdur Rozaq menilai perjalanan tersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika organisasi serta kebutuhan warga Nahdliyin.
BACA JUGA:Hargai Eksistensi NU, PDIP Janji Tak Libatkan Nahdlatul Ulama ke Dalam Pusaran Politik 2024
Bagaimana perjalanan pengabdian KH Hasib Wahab di lingkungan NU?
Menurut SIN, pengabdian KH Hasib Wahab kepada NU telah berlangsung melalui berbagai jenjang kepengurusan organisasi.
Pengabdian tersebut disebut tidak hanya terlihat melalui posisi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama.
Abdur Rozaq juga menyoroti kiprah KH Hasib dalam memberikan perhatian kepada warga Nahdliyin dan dunia pesantren.
Baginya, pengabdian seorang ulama tidak hanya dapat diukur melalui jabatan yang pernah dijalankan.
Perhatian terhadap masyarakat, pesantren, silaturahmi, serta keberlanjutan tradisi juga dinilai menjadi bagian penting.
Karakter tersebut kemudian dianggap relevan dengan kebutuhan NU menghadapi dinamika organisasi di berbagai tingkatan.
BACA JUGA:Muktamar NU ke-35 Jangan Terjebak Politik, Pesantren Didorong Cetak Talenta AI dan Pemimpin Global
Apa kontribusi KH Hasib Wahab terhadap dunia pesantren?
Abdur Rozaq menyebut kontribusi KH Hasib Wahab tidak terbatas pada Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Pondok pesantren tersebut memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan keluarga besar KH Wahab Chasbullah.
Menurut SIN, perhatian KH Hasib juga mencakup perkembangan pesantren di berbagai daerah dan lintas generasi.
Hal tersebut dinilai menunjukkan adanya perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren secara lebih luas.
Pesantren sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan sosial serta pendidikan warga Nahdliyin.
Karena itu, perhatian terhadap pesantren dianggap menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan pengabdian KH Hasib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
