Banner Internal

Jangan Asal Ngaku Ekonomi Baik, BPS Siapkan 'Medical Check Up' Nasional Lewat Sensus Ekonomi 2026

Jangan Asal Ngaku Ekonomi Baik, BPS Siapkan 'Medical Check Up' Nasional Lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS menyebut Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar memotret kondisi ekonomi riil untuk mendukung kebijakan, investasi, dan dunia usaha.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id – Klaim ekonomi tumbuh atau investasi meningkat tak akan banyak berarti jika tidak ditopang data yang benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Karena itulah Badan Pusat Statistik (BPS) bersiap menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya memotret kesehatan perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengibaratkan sensus ekonomi layaknya pemeriksaan kesehatan bagi kondisi ekonomi nasional maupun daerah.

"Sensus ekonomi ibarat medical check-up atau rekam medis perekonomian," ujar Amalia saat Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Amalia, data yang dikumpulkan melalui sensus bukan sekadar deretan angka statistik. Hasilnya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, menarik investasi, hingga memperkuat dunia usaha.

Karena itu, ia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar agar potret ekonomi yang dihasilkan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

BACA JUGA:Jokowi Sesumbar PSI Pasti Lolos ke Senayan 2029, Minta Kader Turun Gunung Sampai Pelosok Desa

"Setiap informasi yang dihimpun akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Amalia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Ia sekaligus memberikan semangat kepada 8.619 petugas sensus yang akan diterjunkan di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Menurutnya, para petugas tersebut merupakan "pejuang data" yang akan menentukan kualitas hasil sensus.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas hanya bisa dimulai dari data yang valid dan dapat dipercaya. Karena itu, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap agenda sensus ekonomi yang digelar setiap satu dekade sekali tersebut.

"Tanpa data yang lengkap dan benar, sulit bagi kita mengambil keputusan ataupun menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya.

Rahmat menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis karena mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia mengatakan Lampung memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

BACA JUGA:Rute MRT Tangsel Masih Dirahasiakan, Menhub Tak Mau Calo Tanah Pesta Duluan

Menurut Rahmat, keberhasilan pembangunan semestinya tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi semata. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan melalui bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan semakin kuatnya usaha rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait