Harga Gas Melonjak Gara-Gara Sumur Jawa Barat Kempes, Bahlil Sibuk Cari Jalan Tengah Sebelum 55 Ribu Buruh Kena PHK Massal
Harga gas industri melonjak jadi USD20 per MMBTU akibat sumur Jawa Barat menurun, Bahlil cari solusi sebelum 55 ribu buruh Bekasi terancam PHK.-Foto: IG @bahlillahadalia-
JAKARTA, PostingNews.id – Ada satu hukum besi yang selalu berlaku di republik ini, kalau ada yang turun di hulu, yang kena getahnya pasti di hilir. Kali ini yang turun adalah produksi gas dari sumur sumur di Jawa Barat, dan yang kena getahnya adalah industri sampai puluhan ribu buruh yang sekarang harap harap cemas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia jadi orang yang buka suara soal akar masalah kenaikan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang sekarang udah tembus USD20 per MMBTU (sekitar Rp340.000). Menurut Bahlil, biang keroknya adalah produksi gas alam dari sejumlah lapangan di Jawa Barat yang lagi menurun.
Karena sumur domestik lagi lesu, jalan satu satunya buat nutupin kebutuhan gas industri ya pakai gas alam cair atau LNG. Masalahnya, LNG ini gak datang dari sebelah rumah, dia harus diangkut jauh dari Papua, Sulawesi, sampai Kalimantan. Otomatis ongkos angkutnya nambah, dan harga jadi lebih mahal dibanding pakai pasokan gas pipa dari lapangan dalam negeri.
“Sebagian sumur-sumur kita di daerah, khususnya Jawa Barat, itu lagi penurunan produksi. Maka kemudian untuk menutupi itu pakai LNG. Yang namanya LNG itu kan dibawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost,” kata Bahlil kepada wartawan usai menghadiri Energy Forum CNBC di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
BACA JUGA:Ayah Kena PHK, Anak Tetap Kena UKT Mahal, Listrik 1.300 VA Malah Dianggap Bukti Mampu
Bahlil bilang, biaya logistik dan distribusi LNG inilah yang jadi penyebab utama harga gas buat sejumlah sektor industri jadi melonjak. Tapi dia juga gak mau kelihatan diam aja, katanya pemerintah lagi cari formula supaya kebutuhan gas tetap terpenuhi tanpa bikin pelaku usaha kelimpungan. “Itu yang kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya diberikan beban yang tinggi,” ujarnya.
Buat menindaklanjuti, Bahlil ngaku udah keliling gelar pertemuan sama berbagai pihak, mulai dari asosiasi industri, serikat pekerja, sampai perusahaan gas milik negara. Pemerintah katanya masih meraba raba angka ideal biar industri tetap bisa kompetitif di tengah situasi yang serba mahal ini.
“Aku kan sudah rapat sama mereka, sama asosiasi sama buruh. Sekarang saya sedang rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan,” katanya.
Sementara itu, dampak dari kenaikan harga gas ini ternyata udah merembet ke isu yang lebih genting, soal nasib puluhan ribu buruh. Mengutip Antara, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR siap memitigasi laporan potensi pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat.
Pernyataan Dasco ini muncul setelah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea melaporkan ada potensi PHK dalam waktu 7 sampai 10 hari ke depan di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi, yang dipicu langsung oleh kenaikan harga gas industri tadi.
BACA JUGA:Dana Pendidikan Diduga Diseret ke MBG, LBH Jakarta Minta Komnas HAM Turun Tangan di MK
Buat mencari jalan keluar, Dasco bilang dia udah menjadwalkan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) sekaligus perwakilan serikat pekerja yang terdampak. “Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” ujar Dasco, Selasa, 23 Juni 2026.
Jadi begini ceritanya, sumur gas yang kempes di Jawa Barat ujung ujungnya bisa nentuin nasib 55 ribu kepala keluarga di Bekasi. Sementara pejabat masih sibuk rapat cari angka ideal, jam terus berjalan dan ancaman PHK katanya cuma tinggal hitungan hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
