Banner Internal

Hasto Singgung Dugaan Duit Rp300 Juta ke BEM UBK, Sebut Gerakan Mahasiswa Kerap Ditunggangi Politik

Hasto Singgung Dugaan Duit Rp300 Juta ke BEM UBK, Sebut Gerakan Mahasiswa Kerap Ditunggangi Politik

Hasto meminta dugaan suap BEM FH UBK diusut tuntas dan mengingatkan gerakan mahasiswa harus tetap independen dari kepentingan politik.-Instagram @pdiperjuangan-

JAKARTA, PostingNews.id – Pengakuan mengejutkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) yang mengaku menerima uang puluhan juta rupiah untuk mengalihkan arah demonstrasi terus menuai respons. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan internal kampus, melainkan gambaran bagaimana gerakan mahasiswa sejak lama kerap menjadi sasaran kepentingan politik.

Menurut Hasto, sejarah Indonesia berulang kali menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme sering kali berusaha ditunggangi oleh pihak-pihak berkepentingan.

“Kalau kita melihat penggunaan gerakan-gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik, itu sudah sering terjadi. Peristiwa 1965 juga menunjukkan gerakan mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan politik sebagai dampak dari Perang Dingin,” ujar Hasto saat berada di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Meski demikian, Hasto justru memberikan apresiasi terhadap sikap terbuka pimpinan mahasiswa yang mengakui adanya dugaan aliran dana tersebut. Menurutnya, keberanian mengungkap dugaan penyimpangan menjadi langkah penting untuk mengembalikan marwah gerakan mahasiswa sebagai ruang perjuangan yang independen.

“Yang kami lihat justru keberanian untuk mengakui bahwa ternyata ada pihak yang mencoba memutarbalikkan arah gerakan mahasiswa yang penuh idealisme dan kemurnian jiwa patriotisme dalam merespons persoalan bangsa,” tuturnya.

BACA JUGA:Redmi 17C Resmi Rilis, Siap Bawakan Spek Gahar dengan Harga Miring!

Hasto juga mendesak agar dugaan suap tersebut tidak berhenti pada perdebatan publik semata. Ia meminta pihak terkait segera melakukan pengusutan agar dunia kemahasiswaan tidak tercemar praktik-praktik transaksional yang dapat merusak proses kaderisasi calon pemimpin bangsa.

“Kasus ini harus segera ditindaklanjuti agar kemurnian gerakan mahasiswa dengan gagasan-gagasan yang konkret sebagai bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan nasional tetap memiliki ruang,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap antikritik terhadap berbagai aspirasi mahasiswa.

“Apa salahnya pemerintah mendengarkan berbagai kritik itu, lalu memberikan jawaban atas kritik-kritik tersebut,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, proses klarifikasi yang telah berlangsung di internal mahasiswa justru memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi gerakan mahasiswa ketika berhadapan dengan kepentingan politik dari luar kampus. Kendati demikian, PDI Perjuangan tetap menaruh kepercayaan terhadap idealisme mahasiswa.

“Sikap PDI Perjuangan tetap percaya kepada idealisme gerakan mahasiswa,” katanya.

BACA JUGA:Ayah Kena PHK, Anak Tetap Kena UKT Mahal, Listrik 1.300 VA Malah Dianggap Bukti Mampu

Kasus yang kini menjadi sorotan publik itu bermula ketika perwakilan BEM dari sejumlah fakultas Universitas Bung Karno menggelar aksi demonstrasi di Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait