Banner Internal

Kemarau Menggila! BMKG dan BRIN Kompak Kasih Alarm, Agustus Bisa Jadi Bulan Paling Kering

Kemarau Menggila! BMKG dan BRIN Kompak Kasih Alarm, Agustus Bisa Jadi Bulan Paling Kering

BMKG dan BRIN memperingatkan El Nino makin menguat. Kemarau meluas dan puncak kekeringan diprediksi terjadi Agustus-September.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id – Sinyal kemarau makin sulit diabaikan. Memasuki paruh kedua Juni 2026, wilayah yang masuk musim kemarau diperkirakan terus meluas. Di saat yang sama, ancaman El Nino semakin nyata setelah suhu Samudra Pasifik menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan jumlah wilayah yang mengalami musim kemarau akan bertambah pada dasarian ketiga Juni. Bersamaan dengan itu, curah hujan di banyak daerah diprediksi berada di bawah kondisi normal, terutama di sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Dalam laporan Potensi Hujan Indonesia periode 16-22 Juni 2026, BMKG menyebut kondisi El Nino menjadi salah satu faktor yang memperkuat kecenderungan berkurangnya hujan di Indonesia.

“Kondisi tersebut mendukung pengurangan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.”

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan atmosfer Indonesia kini semakin kering, terutama di kawasan selatan. Kondisi itu terlihat dari bertambah panjangnya periode hari tanpa hujan di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sudah masuk kategori menengah selama 11-20 hari hingga sangat panjang selama 31-60 hari.

BACA JUGA:Saat BI Naikkan Bunga, Bos-Bos Bank BUMN Dipanggil ke Istana, Kebetulan atau Sinyal Ada Titipan Baru?

BMKG mencatat sebanyak 33,3 persen wilayah Zona Musim atau 233 ZOM di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Situasi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan.

“Perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air, serta peningkatan potensi suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga pagi.”

Meski kemarau mulai menguat, BMKG masih mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 16-18 Juni. Wilayah yang masuk daftar peringatan antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Namun situasinya berubah pada periode 19-22 Juni. BMKG menyatakan tidak ada wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada rentang waktu tersebut.

Sementara itu, peneliti Pusat Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkapkan pemanasan Samudra Pasifik berlangsung cukup cepat. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya El Nino tahun ini.

BACA JUGA:Rp100 Triliun Digelontorkan, Prabowo Minta Sumatera Cepat Bangkit dari Bencana

Menurut Erma, anomali suhu permukaan laut di kawasan ekuator timur Samudra Pasifik telah mencapai plus 0,9 derajat Celsius pada awal pekan ini. Angka itu meningkat dibanding pekan pertama Juni yang berada di level plus 0,8 derajat Celsius.

“Nilai ini mengalami akselerasi dari pekan sebelumnya 0,6 derajat.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait