Megawati Semprot Buzzer Tak Punya Nurani, Kisah Tsunami Dijadikan Bahan Cemooh Demi Uang
Megawati soroti Hari Buruh sebagai perjuangan ideologis, tapi realitas buruh di lapangan masih jauh dari kesejahteraan yang dijanjikan.-Foto: Antara-
Pada berbagai kesempatan lain, ia bahkan menyebut buzzer sebagai sumber perpecahan, termasuk saat meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan tegas.
Megawati juga mengungkap pengalaman pribadinya pernah dituduh menjual Pulau Sipadan dan Ligitan, tudingan yang ia nilai sebagai contoh bagaimana buzzer bekerja tanpa dasar.
Bagi Megawati, persoalan buzzer bukan sekadar kritik politik, melainkan sudah menyentuh batas kemanusiaan. Di tengah tragedi kemanusiaan seperti tsunami, ia menilai serangan semacam itu justru menunjukkan hilangnya empati demi kepentingan uang dan citra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
