Banner Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2026

TNI Gugur di Lebanon, MPR Minta Prabowo Pasukan Ditarik Jika Tak Dijamin Aman

TNI Gugur di Lebanon, MPR Minta Prabowo Pasukan Ditarik Jika Tak Dijamin Aman

Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon, MPR minta Prabowo tarik pasukan jika keamanan tak dijamin di tengah konflik Israel dan Hizbullah.-Foto: IG @kemensetneg.ri-

JAKARTA, PostingNews.id — Insiden berdarah di Lebanon Selatan mulai memicu desakan dari dalam negeri. Ketua MPR Ahmad Muzani meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari misi perdamaian jika keselamatan mereka tak bisa dijamin.

Desakan ini muncul setelah dua rangkaian serangan menghantam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah tersebut. Dalam insiden itu, tiga prajurit TNI tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Muzani menegaskan, negara punya kewajiban utama melindungi warganya, termasuk prajurit yang bertugas di luar negeri.

“Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian,” kata Muzani di kompleks MPR, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

BACA JUGA:Guru MTs Diduga Jual Diri, Pemkot Depok Langsung Cek Siswa dan Keluarga

Menurut dia, penarikan perlu dipertimbangkan serius jika situasi di lapangan tidak lagi aman. Ia menilai wilayah Lebanon Selatan yang ditempati pasukan perdamaian, termasuk TNI, kini masuk kategori berbahaya seiring meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah.

Rangkaian serangan itu terjadi dalam dua hari berturut-turut. Serangan pertama menghantam markas pasukan PBB pada Ahad, 29 Maret 2026, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Dalam insiden itu, Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon tewas, sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Rico Pramudia, Bayu Prakoso, dan Arif Kurniawan.

Belum sempat situasi mereda, serangan kembali terjadi sehari setelahnya. Pada Senin, 30 Maret 2026, rombongan pasukan penjaga perdamaian kembali disasar. Dua prajurit TNI gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Dua prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Muzani menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dari pihak Indonesia. Ia juga mengecam keras serangan yang disebutnya telah merenggut nyawa prajurit TNI.

BACA JUGA:Anggaran Pasar Murah Monas Dipertanyakan, Celios Kritik Jawaban Teddy Pokoknya Ada

“Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memberikan penghargaan kepada prajurit yang gugur maupun yang terluka dalam misi tersebut.

Desakan ini sekaligus menempatkan pemerintah pada pilihan sulit, tetap bertahan dalam misi perdamaian global atau menarik pasukan demi keselamatan di tengah konflik yang makin tak terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share