Prabowo Diam atas Wafatnya Khamenei, Bebas Aktif Dipertanyakan

Prabowo Diam atas Wafatnya Khamenei, Bebas Aktif Dipertanyakan

Sikap Prabowo yang belum menyampaikan duka atas wafatnya Khamenei menuai kritik dan memicu pertanyaan soal konsistensi bebas aktif.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

Indonesia, kata dia, tidak sedang berkonflik dengan Iran. Bahkan hubungan diplomatik dengan kedua negara tetap berjalan. Dalam kerangka bebas aktif, Indonesia dinilai semestinya mampu menunjukkan sikap yang proporsional tanpa terjebak dalam blok politik tertentu.

BACA JUGA:Resmi Meluncur di Global, Xiaomi 17 Ultra dan Leica Leitz Phone Bawa Kejutan 'Gila' yang Bikin Fotografer Ketar-Ketir!

“Apa hambatan Presiden Prabowo tidak mengucapkan duka cita atas berpulangnya Kepala Negara Iran?” ujar Guntur.

Serangan 28 Februari dan Korban Sipil

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut mengakibatkan Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. Kantor berita pemerintah Iran IRNA mengonfirmasi kabar tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban. Putri, menantu, serta cucu Khamenei yang masih berusia 14 bulan dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya belum memberikan tanggapan atas kritik Guntur Romli.

Pernyataan resmi pemerintah sejauh ini berfokus pada tawaran mediasi. Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri pada 28 Februari 2026 disebutkan Indonesia siap memfasilitasi dialog antara pihak yang berkonflik.

BACA JUGA:Resmi Meluncur di Global, Xiaomi 17 Ultra dan Leica Leitz Phone Bawa Kejutan 'Gila' yang Bikin Fotografer Ketar-Ketir!

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Belum adanya pernyataan duka dari Presiden menjadi perbincangan di ruang publik. Di tengah eskalasi konflik global, pertanyaan tentang konsistensi sikap bebas aktif Indonesia kini mengemuka. Bagi sebagian kalangan, persoalannya bukan sekadar protokoler diplomasi, tetapi menyangkut pesan politik yang ingin disampaikan Indonesia di panggung internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait