Prabowo Panggil Jokowi hingga SBY Bahas Gejolak Dunia
Prabowo undang Jokowi, SBY, dan JK ke Istana untuk membahas situasi geopolitik global serta mitigasi dampaknya bagi Indonesia.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah suhu geopolitik yang makin memanas, Presiden Prabowo Subianto memilih langkah yang tak biasa. Ia mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden ke Istana Negara pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Pertemuan itu bukan sekadar ajang temu kangen Ramadan, tetapi sinyal konsolidasi politik di saat situasi global belum sepenuhnya stabil.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan agenda tersebut. Ia mengatakan undangan itu memang disampaikan kepada para pemimpin terdahulu. “Pertama, undangan itu tentunya soal silaturahmi apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Dasco di kompleks DPR, Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Namun silaturahmi bukan satu-satunya agenda. Dasco menyebut Prabowo juga akan menyampaikan perkembangan terbaru kondisi geopolitik dunia usai melakukan lawatan luar negeri selama sebelas hari pada 17 hingga 27 Februari 2026. “Kemudian Pak Prabowo ingin juga mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu,” ujarnya.
Langkah itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin berjalan sendiri menghadapi dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi menjalar ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga perdagangan.
BACA JUGA:Manchester United vs Crystal Palace: Sempat Tertinggal, Namun Sesko Kembali Tunjukan Taringnya!
Mitigasi Dampak Perang
Sebagai Wakil Ketua DPR, Dasco menyebut masukan dari para mantan presiden dan wakil presiden akan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi kepala negara. “Mitigasi untuk bangsa dan negara dari dampak perang, yang kemungkinan juga akan berdampak bagi negara kita,” kata dia.
Kalimat itu memberi gambaran bahwa pembahasan akan menyentuh langkah antisipasi konkret. Konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, bisa berdampak pada harga energi, stabilitas pasar keuangan, hingga nilai tukar. Pemerintah tampaknya ingin memastikan langkah pencegahan disiapkan sejak dini.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan pendekatan kolektif dalam pengambilan kebijakan strategis. Di tengah tekanan global, dukungan lintas generasi kepemimpinan menjadi penting untuk menjaga stabilitas domestik.
Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Presiden ke-7 Joko Widodo disebut akan hadir. Kepastian itu disampaikan oleh ajudannya, Ajun Komisaris Besar Syarif Muhammad Fitriansyah.
BACA JUGA:MPR Sentil Dewan Perdamaian Trump, Prabowo Diminta Jangan Setengah Hati Jadi Mediator
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono juga dikabarkan bakal memenuhi undangan tersebut. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, “Jika ada undangan Presiden pasti Pak SBY akan hadir.”
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun memastikan kehadirannya. “Inshaallah,” kata Kalla.
Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar formalitas. Di tengah potensi dampak ekonomi dari konflik global, pengalaman para pemimpin sebelumnya menjadi sumber pertimbangan politik dan kebijakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News