Adies Kadir Jadi Hakim MK, Banjir Kritik Proses Kilat DPR
Pelantikan Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi menuai kritik karena proses pemilihan di DPR dinilai terlalu cepat dan tidak transparan. Foto: Antara--
Pengangkatan Adies juga tidak lepas dari rekam jejaknya selama menjadi anggota DPR yang kerap memicu polemik. Salah satu yang paling diingat publik adalah pernyataannya tentang rencana kenaikan gaji anggota DPR pada 2025.
Ucapan itu memicu gelombang protes besar di berbagai daerah pada Agustus 2025. Demonstrasi menolak kenaikan gaji DPR berlangsung panas dan berujung ricuh.
BACA JUGA:Kolaborasi Jakarta-Banten: Bendung Polor Disulap Jadi Solusi Mati Banjir dan Krisis Air!
Dalam peristiwa itu, seorang pengemudi ojek online tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil Kepolisian RI. Tragedi tersebut memicu kemarahan publik yang semakin besar terhadap DPR.
Akibat polemik tersebut, Adies sempat dinonaktifkan sebagai anggota DPR. Latar belakang inilah yang kemudian ikut disorot ketika namanya tiba-tiba muncul sebagai calon hakim konstitusi.
Kini, setelah resmi dilantik, Adies akan mengemban tugas sebagai penjaga konstitusi. Namun bayang-bayang kritik terhadap proses pemilihannya tampaknya masih akan terus mengiringi langkahnya di Mahkamah Konstitusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News