Purbaya Pede Ekonomi RI Bakal Ngebut ke 8 Persen: 'Kalau Saya Masih Menjabat'
Menkeu Purbaya.-Foto: IG @purbayayudhi_official-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan keyakinannya terhadap arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai prospek ekonomi nasional masih terbuka lebar untuk tumbuh lebih tinggi secara bertahap.
Dalam pandangannya, laju pertumbuhan ekonomi dapat menembus kisaran 8 persen pada penghujung dekade ini. Target tersebut menurutnya realistis apabila konsistensi kebijakan fiskal dapat dijaga dan proses pemulihan ekonomi terus berlanjut.
"Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, setelah itu mendekati 7 persen, dan menjelang 2029 mendekati 8 persen, jika saya masih menjabat,” kata Purbaya dalam Indonesia Economic Summit 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menuturkan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini telah keluar dari fase perlambatan. Aktivitas ekonomi disebut bergerak lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Arah kebijakan yang ditempuh pemerintah dinilai mulai menunjukkan hasil nyata.
Menurut Purbaya, perkembangan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan sinyal yang konsisten. Pemulihan tidak hanya terjadi secara sementara, tetapi mulai membentuk fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan lanjutan.
BACA JUGA:Red Notice Menyebar ke 196 Negara, Riza Chalid Masih Dicari
“Saat ini perekonomian bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan. Setelah empat bulan perkembangan ekonomi terakhir, sudah jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin menguat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan tinggi tidak bisa dicapai tanpa pembenahan fundamental ekonomi. Pemerintah, kata dia, tetap mengedepankan stabilitas fiskal sebagai jangkar utama, meski di saat yang sama menggelontorkan stimulus untuk menjaga momentum ekonomi.
Purbaya menyebut kehati-hatian fiskal tetap menjadi prinsip yang tidak ditinggalkan. Ruang fiskal dimanfaatkan secara terukur agar dorongan terhadap ekonomi tidak menimbulkan risiko jangka panjang.
“Kami memastikan likuiditas yang cukup dalam sistem, menjaga stabilitas fiskal, dan melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong perekonomian, namun tetap tidak melampaui batas defisit 3 persen dari PDB. Meski memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal,” katanya.
Ia juga menyinggung strategi pemerintah dalam menggerakkan sumber pertumbuhan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong peran sektor swasta agar bergerak lebih agresif.
BACA JUGA:Bejat! Wasit Sepak Bola Nasional Jual Istri, Dipaksa Layani Pria Lain hingga Alami Kekerasan Seksual
Menurutnya, sinergi antara peran pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ketika kedua sektor tersebut berjalan seiring, target pertumbuhan di atas 6 persen dinilai bukan hal yang sulit dicapai.
“Saat ini kami berupaya menggerakkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah dicapai. Kami memanfaatkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi untuk memastikan ekonomi tumbuh pada kapasitas maksimalnya,” ucap Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News