Banten Bakal Punya 'Jalur Sutra' Baru? Gubernur Andra Soni Tagih Janji KRL Sampai Merak!
Andra Soni Gubernur Banten 1200-@andrasoni12-Instagram
POSTINGNEWS.ID --- Pernah nggak sih kamu membayangkan naik KRL dari Jakarta, lalu tahu-tahu sudah sampai di Pelabuhan Merak tanpa harus oper-oper kendaraan yang bikin pegal? Kabar gembira buat warga Banten, mimpi "ngelen" kereta sampai ke ujung barat ini sepertinya bakal segera masuk ke persneling tinggi!
Baru-baru ini, Gubernur Banten Andra Soni secara khusus "curhat" kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Momen ini terjadi saat peresmian Stasiun Jatake, Tangerang, pada akhir Januari 2026. Gubernur Andra nggak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menagih kelanjutan proyek transportasi massal yang sudah lama dinanti rakyatnya.
Pemerintah Provinsi Banten sadar betul kalau mau ekonomi daerah meroket, konektivitas jalur rel adalah kuncinya. Bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi ini urusan perut dan perputaran uang yang harus dirasakan sampai ke pelosok desa.
BACA JUGA: Tangerang Dikepung Banjir, Andra Soni 'Warning' Pejabat Soal Ego Sektoral: Jangan Korbankan Rakyat!
KRL Jabodetabek Tembus Merak? Bukan Sekadar Mimpi!
Aspirasi utama yang dibawa Gubernur adalah perpanjangan jalur double track dan elektrifikasi KRL. Targetnya jelas: rel bertenaga listrik ini harus sampai ke Merak! "Kami berharap jalur kereta api, baik jalur double track maupun elektrifikasi KRL dapat dilanjutkan hingga Merak," tegas Andra.
Jika ini terwujud, perjalanan dari Tangerang atau Serang menuju pelabuhan penyeberangan antar-pulau itu bakal jauh lebih cepat dan murah. Nggak perlu lagi terjebak macet di jalan raya atau pusing dengan jadwal bus yang kadang nggak menentu. Transportasi massal yang efisien adalah "oli" bagi mesin ekonomi Banten.
Selain urusan KRL, Andra Soni juga membawa misi "membangkitkan raksasa tidur". Ia menyoroti jalur-jalur kereta api lama yang sudah puluhan tahun mati suri. Jalur bersejarah dari Rangkasbitung menuju Pandeglang, Labuan, hingga Saketi punya potensi wisata dan logistik yang sangat besar jika dihidupkan kembali.
BACA JUGA:Alat Berat Dikerahkan, Andra Soni Pastikan Banjir Serang Raya Segera Surut
Reaktivasi Jalur Mati: Pemprov Banten Siap 'Turun Tangan'
Rencana menghidupkan rel "zaman kompeni" ini sebenarnya sudah sering dibahas, tapi selalu berakhir dengan penundaan yang bikin warga bosan menunggu. Kali ini, Pemprov Banten menyatakan keseriusannya untuk tidak sekadar jadi penonton. Mereka siap mengambil peran aktif dan bekerja sama dengan pemerintah pusat.
"Kami berharap program pemerintah pusat ini bisa direalisasikan. Pemprov Banten siap bekerja sama dan mengambil peran dalam reaktivasi jalur kereta api tersebut," sambung sang Gubernur. Percepatan ini sangat krusial agar wilayah Banten bagian selatan tidak lagi merasa dianaktirikan dalam hal pembangunan.
Respon dari Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, ternyata cukup bikin adem. Beliau memberikan sinyal positif dan membuka pintu lebar-lebar untuk pengembangan jaringan rel di Banten. Kementerian melihat potensi pertumbuhan ekonomi di Banten sangat menjanjikan dan butuh dukungan infrastruktur yang mumpuni.
BACA JUGA:Gubernur Andra Soni Sebut Banten Baru Ada 400-an SPPG, Masih Kurang 900 Dapur dari Target
Kesimpulan: Konektivitas Adalah Kunci
Dengan dibukanya jalur-jalur baru dan elektrifikasi KRL yang lebih luas, pemerataan pembangunan di Banten bukan lagi sekadar slogan kampanye. Perjalanan logistik jadi lancar, sektor pariwisata di Pandeglang dan Labuan bakal "meledak", dan kualitas hidup warga akan meningkat drastis.
Kita tunggu saja, apakah di tahun 2026 ini proyek "Jalur Sutra" versi Banten ini benar-benar akan mulai konstruksi. Yang pasti, jika kereta apinya lancar, warga Banten siap tancap gas menuju kesejahteraan yang lebih baik!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News