Kasus Suderajat Penjual Es Gabus Sampai ke Telinga DPR, Minta Oknum Aparat Diusut Tuntas

Kasus Suderajat Penjual Es Gabus Sampai ke Telinga DPR, Minta Oknum Aparat Diusut Tuntas

Abdullah, Komisi III DPR RI.-Foto: Fraksi PKB-

Ia juga mendorong agar Suderajat mendapat pendampingan hukum apabila ingin menempuh jalur pidana. Dukungan dari lembaga bantuan hukum dinilai perlu agar korban tidak berjuang sendirian menghadapi proses hukum.

“Saya mendorong para advokat, termasuk figur-figur yang memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil, untuk mendampingi Pak Suderajat agar ia mendapatkan keadilan dari negara,” kata Abdullah.

Selain penegakan hukum, Abdullah menilai pemulihan nama baik korban juga harus menjadi perhatian utama. Ia menyebut Suderajat telah menanggung beban sosial akibat tuduhan yang tidak terbukti.

BACA JUGA:Stres karena Overwork, Cerita Pekerja Ini Alami PCOS hingga 6 Bulan Tak Datang Bulan

Kerugian materiil maupun immateriil yang dialami korban, menurutnya, patut dipertimbangkan untuk mendapat ganti rugi.

“Harus ada bentuk tanggung jawab negara atas perbuatan oknum aparat yang melanggar ketentuan hukum. Ini penting untuk memulihkan harkat dan martabat Pak Suderajat sebagai warga negara,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan seluruh aparat negara, khususnya Polri dan TNI, agar tidak bersikap sewenang-wenang dalam menjalankan tugas. Menurut Abdullah, peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa seharusnya menjaga ketertiban dan memberi rasa aman, bukan justru menimbulkan ketakutan.

Ia menekankan pentingnya peningkatan pemahaman hukum, hak asasi manusia, serta etika pelayanan publik bagi aparat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Peningkatan kapasitas dan pemahaman hukum aparat di tingkat bawah sangat penting agar kehadiran negara benar-benar menjadi pelindung, bukan justru menakutkan rakyat,” katanya.

BACA JUGA:Lisa Blackpink Bikin Geger Pariwisata Thailand, Danau Red Lotus Jadi Destinasi Para Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Sementara itu, Suderajat mengaku mengalami kekerasan fisik saat kejadian berlangsung. Ia mengatakan perlakuan tersebut membuatnya trauma dan enggan kembali berjualan di wilayah Kemayoran.

"Begini, dia (aparat) beli es kue (es gabus). Kata polisi, 'Bang es kue, Bang, beli empat.' Terus dibejek-bejek, terus dilempar kena saya es kuenya," kata Suderajat.

Tak lama kemudian, sejumlah pihak seperti RT, RW, dan lurah datang ke lokasi. Namun, menurut Suderajat, situasi justru memburuk.

Ia mengaku dipukul, ditendang, bahkan diinjak dengan sepatu bot.

"Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot (boots). Ditendang. Saya sampai terpental ditendang. Enggak ada minta maaf sama sekali semuanya, enggak ada," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait