Prabowo Pamerkan Danantara dan MBG di Panggung WEF Davos, Klaim Tata Kelola Indonesia Berstandar Internasional

Prabowo Pamerkan Danantara dan MBG di Panggung WEF Davos, Klaim Tata Kelola Indonesia Berstandar Internasional

Prabowo dalam WEF 2026 di Davos.--Foto: Instagram Prabowo Subianto

Selain meningkatkan asupan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, program ini juga melibatkan lebih dari 61.000 pelaku UMKM serta membuka ratusan ribu lapangan kerja baru.

“Inilah sebabnya saya yakin pertumbuhan kami akan mencapai angka yang mengesankan,” ujar Prabowo.

Pendidikan sebagai kunci pengentasan kemiskinan

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pendidikan menjadi instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan struktural. Pemerintah telah membangun 160 sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga termiskin.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 500 sekolah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami ingin memutus rantai kemiskinan. Biasanya, anak petani miskin akan tetap menjadi petani miskin, anak pemulung akan menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran itu,” kata Prabowo.

BACA JUGA:Waspada! Kemenkes Rilis Sebaran Super Flu, Daerah Ini Paling Banyak Kasus

Selain sekolah berasrama, pemerintah juga merencanakan renovasi sekitar 60.000 sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu modern. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Prabowo menambahkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem saat ini berada pada titik terendah sepanjang sejarah. Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

“Tugas seorang pemimpin sangat sederhana: membuat kaum miskin dan lemah bisa tersenyum. Itulah misi hidup saya,” ujarnya.

Komitmen penegakan hukum dan pemberantasan korupsi

Di hadapan peserta forum internasional itu, Prabowo juga menyinggung upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dijalankan pemerintahannya sejak awal menjabat.

Ia menyebut sejumlah penyimpangan besar berhasil diungkap, termasuk dalam tata kelola bahan bakar minyak dan perkebunan sawit.

“Dalam tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan ilegal dan tambang-tambang ilegal,” kata Prabowo.

Ia menyebut praktik tersebut sebagai bagian dari apa yang ia sebut sebagai greed economy, yakni sistem ekonomi yang digerakkan oleh keserakahan dan merugikan negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait