SBY Bunyikan Alarm Waspada, Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata
SBY Peringatkan bahaya Perang Dunia III.-@ sb.yudhoyono-Instagram
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menilai dunia sedang bergerak menuju fase yang sangat berbahaya. Ia melihat arah perkembangan global kini memperlihatkan pola yang mengingatkan pada masa-masa sebelum pecahnya dua perang dunia sebelumnya.
Menurut SBY, situasi internasional saat ini tidak bisa dianggap sepele. Ketegangan yang terus meningkat di berbagai kawasan dunia dinilainya membuka kemungkinan terjadinya konflik berskala besar, termasuk perang dunia.
“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” ujar SBY melalui unggahan di akun X miliknya yang dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menilai peluang untuk mencegah bencana tersebut kian menyempit seiring berjalannya waktu. Pola yang muncul, kata dia, menunjukkan kemiripan dengan kondisi global menjelang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
SBY menyinggung sejumlah indikator yang menurutnya patut diwaspadai. Di antaranya adalah munculnya pemimpin-pemimpin dengan kecenderungan konfrontatif, terbentuknya blok-blok kekuatan yang saling berseberangan, serta percepatan pembangunan kekuatan militer di banyak negara.
Situasi itu diperparah oleh ketegangan geopolitik yang semakin tajam dan persiapan ekonomi yang mengarah pada skenario konflik.
BACA JUGA:Terbongkar di Sidang! Eks Dirjen Akui Terima Rp75 Juta dalam Kasus Chromebook
Ia menyebut rangkaian kondisi tersebut sebagai sinyal serius yang tidak boleh diabaikan. Dalam situasi seperti itu, ia mengaku hanya bisa berharap agar dunia tidak benar-benar jatuh ke jurang perang besar yang disertai penggunaan senjata pemusnah massal.
“Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,” ucapnya.
SBY juga mengingatkan dampak mengerikan yang akan muncul apabila perang dunia benar-benar pecah. Sejumlah kajian, menurut dia, menunjukkan bahwa perang total akan membawa kehancuran yang nyaris tak terbayangkan.
Ia menyebut potensi korban jiwa bisa menembus angka miliaran. Bahkan, dalam skenario terburuk, peradaban manusia bisa lenyap dan masa depan umat manusia berada di ujung tanduk.
Namun, ia menegaskan bahwa harapan tidak bisa disandarkan pada doa semata. Upaya kolektif dari seluruh bangsa di dunia dinilai mutlak diperlukan jika ingin menghindari kehancuran global.
BACA JUGA:Di Balik Senyum Pramugari, Ini Kebohongan yang Mereka Lakukan ke Penumpang
“Tetapi tidak cukup dengan doa satu atau dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan jika manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,” kata SBY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News