Di Balik Senyum Pramugari, Ini Kebohongan yang Mereka Lakukan ke Penumpang

Di Balik Senyum Pramugari, Ini Kebohongan yang Mereka Lakukan ke Penumpang

Ilustrasi penerbangan.-Ilustrasi-YouTube

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Awak kabin memegang peran penting dalam setiap penerbangan. Tugas mereka tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga memastikan keselamatan selama perjalanan udara.

Sebelum bertugas, pramugari menjalani pelatihan ketat. Jam terbang yang tinggi membuat mereka terbiasa menghadapi berbagai karakter penumpang dan situasi di udara. Pengalaman itu pula yang membentuk cara mereka bersikap dalam kondisi tertentu, termasuk saat harus mengambil keputusan cepat.

Seorang pramugari mengungkapkan dua kebiasaan yang kerap dilakukan awak kabin kepada penumpang. Pengakuan itu disampaikannya dalam wawancara pada Senin 19 Januari. Ia menegaskan kebiasaan tersebut bukanlah hal besar, namun berkaitan langsung dengan kenyamanan kerja selama penerbangan.

Kebiasaan pertama berkaitan dengan permintaan kopi dari penumpang kelas bisnis, terutama pada penerbangan malam. Awak kabin tidak selalu menjelaskan jenis kopi yang disajikan.

“Ketika penumpang kelas bisnis meminta kopi di penerbangan malam, saya akan membuat kopi tanpa kafein (decaf) agar mereka bisa tertidur,” katanya.

BACA JUGA:BMKG Soroti Lonjakan Petir di NTB, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Menurutnya, langkah itu diambil agar penumpang bisa beristirahat dengan baik selama penerbangan. Awak kabin menilai tidur yang cukup akan membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Hal kedua menyangkut suhu kabin pesawat. Banyak penumpang mengeluh udara terasa terlalu dingin dan meminta agar suhu dinaikkan. Namun, permintaan itu nyaris tidak pernah benar-benar dipenuhi.

“Ketika penumpang meminta suhu kabin dinaikkan, kami berbohong dan mengatakan ya, kami akan menaikkannya, tetapi sebenarnya kami tidak melakukannya karena kami merasa hangat hanya dengan berjalan-jalan,” ungkapnya.

Menurut pramugari tersebut, suhu kabin memang diatur pada tingkat tertentu dan tidak mudah diubah. Karena itu, penumpang disarankan membawa syal atau selimut sendiri agar tetap merasa hangat selama penerbangan.

Ia juga menyarankan penumpang membawa air minum sendiri. Alasannya, tangki air di dalam pesawat jarang dibersihkan dan berpotensi mengandung kerak kapur.

BACA JUGA:Unggahan Terakhir Pramugari Pesawat ATR 42-500 sebelum Jatuh

“Meski begitu, kami tetap menggunakannya untuk membuat teh dan kopi panas,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan fakta lain terkait minuman beralkohol di pesawat. Alkohol yang tidak habis diminum penumpang ternyata tidak disimpan kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait