Trump Jalan Diam-Diam, Operasi Tangkap Maduro Tenryata Tak Libatkan Kongres AS
Donald Trump protes ke China karena tak menyebut peran AS di PD II saat parade militer. Ia sebut AS pernah bantu lawan Jepang.-Foto: IG @potus-
Operasi lintas udara, darat, dan laut kemudian berjalan selama dua jam dua puluh menit. Lebih dari 150 pesawat militer dikerahkan dalam misi tersebut. Skala operasi yang besar membuat banyak pihak di Washington terkejut ketika kabar itu akhirnya terungkap ke publik.
"Itu sangat kompleks, sangat-sangat kompleks, seluruh manuver, pendaratan, jumlah pesawat," ujar Trump kepada Fox News.
Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kepulan asap terlihat membubung dari sejumlah titik kota. Serangan awal menghantam sistem pertahanan udara dan target militer. Trump juga menyebut aliran listrik di ibu kota Venezuela sempat diputus sebelum operasi, meski tanpa merinci caranya.
Pasukan khusus AS, termasuk unit elite Delta Force, bergerak menuju rumah persembunyian Maduro di tengah kekacauan tersebut. Senjata lengkap dibawa, termasuk peralatan khusus untuk menembus pintu baja.
Menurut Jenderal Caine, pasukan tiba di lokasi sekitar pukul 02.01 waktu setempat, tak lama setelah serangan dimulai. Trump menggambarkan rumah itu sebagai benteng militer yang kokoh di jantung Caracas.
"Mereka berada dalam posisi siap menunggu kami. Mereka tahu kami akan datang," kata Trump.
Tembakan dilepaskan ke arah pasukan yang masuk. Salah satu helikopter AS terkena tembakan, tetapi masih mampu terbang. Pasukan tetap melanjutkan operasi hingga berhasil menembus pintu-pintu baja.
"Mereka baru saja menerobos masuk dan menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin dibobol, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," ujar Trump.
Informasi soal operasi ini baru disampaikan ke Kongres setelah Maduro dan istrinya ditangkap. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mulai memberi pengarahan kepada para anggota parlemen setelah misi selesai. Keputusan tersebut memicu kemarahan sebagian anggota Kongres yang merasa dilewati dalam keputusan militer berskala besar.
Rubio berdalih, pemberitahuan lebih awal berpotensi membahayakan misi. Risiko kebocoran dinilai terlalu besar. Perdebatan pun mengemuka. Keberhasilan operasi kini berhadapan dengan pertanyaan lama yang kembali mencuat. Sampai sejauh mana presiden boleh bertindak sendiri sebelum prinsip pengawasan parlemen benar-benar tergerus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News