Heboh Sopir Meninggal dalam Mobil di Tol, Dokter Ungkap Ciri-ciri Angin Duduk yang Kerap Diabaikan
Ilustrasi angin duduk.--Foto: Istimewa.
Menurut dia, gangguan tersebut dapat terjadi akibat penyempitan pembuluh darah atau masalah lain yang menyebabkan aliran darah ke jantung terganggu secara mendadak. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan tenaga secara tiba-tiba.
Gejala tidak selalu terasa di dada
Andi menjelaskan keluhan tidak selalu berupa nyeri dada. Pada sebagian orang, gejala bisa muncul di bagian lain seperti ulu hati, tengkuk, rahang bawah, atau punggung.
“Anda bisa merasa tiba-tiba lemas, pandangan gelap, berkunang-kunang, bahkan bisa jatuh,” ujar Andi.
Ia menekankan bahwa gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele. Terlebih jika muncul mendadak dan disertai kondisi kesehatan tertentu.
Faktor risiko dan langkah pencegahan
Risiko gangguan ini meningkat pada usia di atas 40 tahun. Faktor lain yang berperan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, serta kebiasaan merokok.
Pola makan tinggi garam, lemak, dan gula juga memperbesar risiko. Konsumsi alkohol serta riwayat penyakit dalam keluarga turut menjadi faktor pemicu.
“Intinya, kalau ada gejala seperti ini, apalagi ada komorbid, kami sarankan segera mendapatkan pertolongan dan evaluasi tenaga medis atau fasilitas kesehatan terdekat,” kata Andi.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan biasanya meliputi rekam jantung, pemeriksaan kadar kolesterol dan gula darah, serta pengecekan tanda vital. Langkah tersebut penting untuk memastikan penyebab keluhan dan membedakannya dari gangguan lain seperti masalah lambung.
Andi juga menganjurkan masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Program pemeriksaan gratis yang mulai digalakkan pemerintah dinilai dapat membantu mendeteksi risiko lebih dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News