Kongres Amerika Muak Lihat Trump Bertindak Sepihak, Serangan ke Iran Dinilai Abaikan Legislator
Donald Trump--Foto: Reuters
“Tidak. Perang memerlukan otorisasi Kongres,” tegas Davidson.
Rencana pemungutan suara di Kongres pekan ini dipandang sebagai ujian loyalitas bagi kelompok konservatif Partai Republik. Selama ini mereka dikenal mendukung janji Trump untuk menghindarkan Amerika Serikat dari keterlibatan perang di luar negeri.
Sejumlah sumber dari Partai Republik menilai Massie, Paul, dan Davidson berpotensi berada dalam posisi minoritas di internal partai. Meski demikian, kalangan Demokrat melihat peluang tetap terbuka untuk meloloskan bentuk teguran resmi terhadap Gedung Putih.
“Saya pikir ini punya peluang nyata untuk lolos. Dan ini akan dilihat seperti pemungutan suara perang Irak,” kata Khanna, merujuk pada persetujuan Kongres tahun 2002 yang mengizinkan invasi AS ke Irak.
Apabila resolusi tersebut disahkan, presiden masih memiliki kewenangan untuk memveto keputusan Kongres. Upaya membatalkan veto membutuhkan dukungan dua pertiga suara, sebuah angka yang dinilai sulit tercapai dalam konfigurasi politik saat ini.
Walau kecil kemungkinan mampu mengubah arah kebijakan presiden secara langsung, langkah Kongres tersebut tetap dipandang sebagai sinyal politik penting sekaligus peringatan terbuka terhadap penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan legislatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News