Kongres AS Temukan Nama Misterius di Dokumen Epstein Tanpa Sensor

Kongres AS Temukan Nama Misterius di Dokumen Epstein Tanpa Sensor

Kekerasan Seksual dalam Kasus Jeffrey Epstein.--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kontroversi kembali membelit Washington setelah sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat diberi akses ke dokumen tanpa sensor terkait Jeffrey Epstein. Dari penelusuran awal, para legislator menemukan sejumlah nama yang sebelumnya ditutup tanpa alasan hukum yang terang.

Akses itu diberikan di ruang baca aman milik Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Dua anggota DPR dari lintas partai, Thomas Massie dari Partai Republik dan Ro Khanna dari Partai Demokrat, termasuk yang pertama menelaah berkas versi utuh.

Selama sekitar dua jam, Massie menelusuri dokumen yang selama ini dirilis ke publik dengan banyak bagian dihitamkan. Ia mengaku menemukan enam pria yang identitasnya ditutup tanpa penjelasan memadai.

“Ada enam pria, beberapa di antaranya dengan foto mereka, yang telah disensor, dan tidak ada penjelasan mengapa orang-orang itu disensor,” kata Massie.

Menurut Massie, setidaknya satu dari enam pria itu merupakan warga negara Amerika Serikat dan satu lainnya warga negara asing. Namun ia menolak mengungkap identitas mereka kepada publik saat ini.

BACA JUGA:Di Balik Kejahatan Seksual Jeffrey Epstein, Mimpi Mengerikan tentang Pabrik Manusia

“Saya mungkin harus melakukan itu dari mimbar DPR atau dalam sidang komite,” ujarnya.

Pembukaan sensor setelah protes terbuka

Ketegangan meningkat pada Senin malam setelah perdebatan terbuka antara Massie dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di media sosial. Tak lama setelah itu, Departemen Kehakiman membuka sensor terhadap 16 nama tambahan dari sebuah daftar tak terklasifikasi yang memuat 20 individu.

Sebelumnya, daftar tersebut hampir sepenuhnya disamarkan. Nama yang terlihat hanya Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Blanche menyatakan departemennya telah membuka semua nama non-korban dari dokumen itu. Ia menegaskan bahwa lembaganya tidak menyembunyikan apa pun. Menurutnya, penyensoran dilakukan sesuai hukum untuk melindungi privasi korban dan detail identitas tertentu.

Namun, Blanche tidak menjelaskan alasan mengapa 16 nama tersebut baru dibuka setelah anggota Kongres secara terbuka mempertanyakan kepatuhan DOJ.

Persoalan kepatuhan undang-undang

Akses ke dokumen tanpa sensor ini diberikan pada hari pertama anggota Kongres diizinkan meninjau sekitar tiga juta berkas terkait Epstein. Dokumen itu sebelumnya sudah dirilis ke publik, namun dengan banyak bagian yang dihitamkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait