Kongres AS Temukan Nama Misterius di Dokumen Epstein Tanpa Sensor
Kekerasan Seksual dalam Kasus Jeffrey Epstein.--Foto: Istimewa.
BACA JUGA:Viral Epstein Files: Elon Musk dan Bill Gates Terseret Dalam Skandal, Ada Pertemuan Rahasia?
Langkah ini menyusul kritik berbulan-bulan dari legislator, penyintas, dan kelompok advokasi. Mereka menilai pemerintahan Donald Trump gagal mematuhi Epstein Files Transparency Act.
Undang-undang tersebut mewajibkan DOJ merilis seluruh catatan tidak terklasifikasi terkait Epstein. Aturan itu juga melarang penyensoran yang semata didasarkan pada alasan memalukan, merusak reputasi, atau sensitif secara politik.
Khanna mempertanyakan luasnya penyensoran yang masih ia temukan saat peninjauan awal.
“Enam ini hanya yang kami temukan dalam dua jam peninjauan berkas,” katanya.
Ia menilai persoalan utama bukan hanya enam nama tersebut. “Isu yang lebih luas adalah mengapa begitu banyak berkas yang mereka dapatkan masih disensor sejak awal,” ujar Khanna.
Khanna juga menyuarakan pertanyaan yang menurutnya menjadi kepentingan publik.
“Yang ingin diketahui warga Amerika adalah siapa orang-orang kaya dan berkuasa yang pergi ke pulau itu? Apakah mereka memperkosa anak di bawah umur? Apakah mereka tahu anak-anak di bawah umur dipamerkan di sana?”
BACA JUGA:Setelah Bermain di Spencer, Kristen Stewart Akui Terus Dibayang-bayangi Sosok Putri Diana
Dugaan pelanggaran hukum oleh DOJ
Kritik serupa datang dari Jamie Raskin, Demokrat senior di Komite Kehakiman DPR. Ia menilai DOJ berpotensi melanggar hukum dengan menyembunyikan nama dan bagian dokumen yang tidak memenuhi kriteria sempit untuk disensor.
Raskin mengaku menemukan bagian yang dihitamkan berisi ringkasan komentar yang dikaitkan dengan Presiden Trump. Komentar itu disebut berasal dari pengacara Epstein dan dinilai bertentangan dengan klaim publik Trump yang menyatakan telah mengusir Epstein dari klub Mar-a-Lago.
“Itu disensor karena alasan yang tidak dapat ditentukan dan sulit dipahami,” kata Raskin.
Ia juga meragukan narasi bahwa kejahatan tersebut dilakukan oleh dua orang saja. “Tidak mungkin Anda menjalankan jaringan perdagangan seks anak internasional bernilai miliaran dolar hanya dengan dua orang yang melakukan kejahatan, Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell,” ujarnya.
Meski sorotan kian tajam, proses peninjauan berjalan lamban. Anggota Kongres hanya bisa membaca dokumen melalui komputer di ruang aman DOJ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News