MSG dalam MPASI: Boleh atau Tidak? Menjawab Keraguan Moms
--
Sebagai seorang ibu baru, kita pasti ingin yang terbaik untuk si Kecil, apalagi saat mereka mulai fase MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Setiap bahan makanan yang masuk ke mulutnya selalu jadi perhatian, dan salah satu yang paling sering jadi perdebatan adalah penggunaan MSG (Monosodium Glutamate).
Jujur saja, banyak mitos beredar yang membuat kita jadi ragu, MSG dalam MPASI, amankah? Bolehkah kita menambahkannya agar makanan si Kecil lebih gurih dan ia jadi lahap makan?
Tenang, Moms! Mari kita luruskan fakta berdasarkan sudut pandang ilmiah dan rekomendasi dari para ahli kesehatan.
Glutamat Sejak Lahir, Jadi MSG untuk MPASI Aman?
Moms perlu tahu, sejak lahir sebenarnya si Kecil sudah akrab dengan zat yang memberi rasa gurih alami, yaitu glutamat. Ya, zat ini secara alami terkandung dalam ASI yang merupakan asupan utama bayi. Jadi, metabolisme tubuh bayi untuk memproses glutamat ini sama efisiennya dengan orang dewasa.
Lalu, bagaimana dengan MSG? MSG adalah garam natrium dari asam glutamat. Badan pengawas pangan besar di dunia seperti FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat dan BPOM di Indonesia telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi, asalkan digunakan sesuai aturan dan tidak berlebihan.
Oleh karena itu, penggunaan MSG untuk MPASI pada dasarnya tidak dilarang. Ini adalah kabar baik, Moms!
Jika Moms masih penasaran dengan mitos-mitos lain seputar MSG dan ingin tahu mana yang fakta atau hanya isapan jempol belaka, kalo Moms mau baca artikel soal mitos atau fakta tentang MSG, bisa baca di artikel ini: Bahaya MSG? (Fakta Ilmiah vs Mitos).
Manfaat MSG untuk Tumbuh Kembang si Kecil
Moms, selain soal keamanan, ada beberapa manfaat MSG untuk tumbuh kembang anak yang bisa kita pertimbangkan dalam menyiapkan MPASI yang lezat:
1. Penambah Selera Makan
Ini adalah manfaat yang paling terasa. Bagi sebagian anak, terutama mereka yang nafsu makannya rendah atau sedikit pilih-pilih makanan, menambahkan sedikit rasa gurih bisa jadi solusi.
Coba deh tambahkan sedikit MSG ke dalam sayuran atau protein yang sering ditolak si Kecil. Rasa gurih ini dapat membantu merangsang selera makan mereka, mengubah pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan dan menarik.
Ini penting agar asupan nutrisi si Kecil tercukupi dan tumbuh kembang mereka optimal.
2. Mendukung Diet Rendah Garam
Tahukah Moms? MSG dapat menjadi alternatif penguat rasa yang membantu mengurangi penggunaan garam dapur biasa.
Kandungan natrium dalam MSG itu jauh lebih rendah, lho, hanya sekitar sepertiga dari natrium yang ada dalam garam biasa.
Ini sangat membantu Moms yang sedang berusaha membatasi asupan natrium harian si Kecil tanpa mengorbankan rasa. Jadi, MSG untuk MPASI bisa mendukung menu rendah garam yang tetap disukai anak.
Batasan Penting: Penggunaan MSG dalam MPASI
Meskipun aman, bukan berarti kita bisa menggunakannya tanpa batas ya, Moms. Prinsipnya sama seperti gula dan garam yaitu secukupnya dan tidak berlebihan.
- Dosis Wajar: Gunakan MSG untuk MPASI hanya secukupnya, sebagai penambah rasa, bukan sebagai rasa dominan.
- Hindari Makanan Hambar: Jangan ragu menggunakan penguat rasa dalam batas aman. Memberikan makanan yang terlalu hambar justru bisa membuat anak malas makan, yang berujung pada kurangnya asupan nutrisi.
Jadi, MSG dalam MPASI, boleh atau tidak? Jawabannya adalah boleh, selama dalam batas aman dan tidak berlebihan.
MSG adalah bumbu penyedap rasa gurih yang aman, dan bisa menjadi alat bantu efektif untuk meningkatkan nafsu makan anak dan mendukung diet rendah garam.
Dengan begitu, Moms bisa memastikan tumbuh kembang anak berjalan lancar dengan asupan nutrisi yang cukup dan makanan yang lezat.
Penting: Informasi dalam artikel ini bersifat umum. Selalu konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi Anda mengenai asupan nutrisi dan bahan makanan yang paling tepat untuk kondisi spesifik si Kecil, termasuk penggunaan MSG untuk MPASI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News