Ia kemudian dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, dan Jakarta Barat.
Di lingkungan Bareskrim Polri, Suyudi juga pernah mengisi sejumlah posisi penting berkaitan dengan penyidikan.
Jabatan tersebut mencakup posisi di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Direktorat Tindak Pidana Siber.
Pengalaman lintas satuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan panjang kariernya di institusi kepolisian.
BACA JUGA:Kapolri Blak-blakan di DPR, Ngaku Pernah Terima Chat Tawaran Jadi Menteri Kepolisian
Pernah Jadi Kapolda Banten
Sebelum memimpin Badan Narkotika Nasional, Suyudi dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2024 hingga 2025.
Ketika berada di Banten, ia tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mendorong sejumlah program sosial.
Salah satunya adalah Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran yang menyasar kelompok pengangguran dan masyarakat terdampak PHK.
Program tersebut menggabungkan pelatihan kerja, pengembangan keterampilan, ketahanan pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah sumber juga mencatat keterlibatannya dalam pengungkapan kasus kriminal yang menjadi perhatian masyarakat Banten.
BACA JUGA:Banjir Bukan Sekadar Bencana Alam! Kapolri Bongkar Peran Korporasi di Balik Kayu Gelondongan Sumatra
Dari Kapolda Banten, Suyudi Jadi Kepala BNN
Karier Suyudi kemudian memasuki fase baru setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang jabatan tinggi utama BNN.
Setelah menjadi Kepala BNN, Suyudi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
Posisi tersebut membuat pengalaman Suyudi semakin dekat dengan persoalan narkotika yang menjadi salah satu tantangan keamanan nasional.
Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR pada Februari 2026, BNN melaporkan 773 kasus narkotika berhasil diungkap sepanjang 2025.