BACA JUGA:Fenomena Bonus Demografi di Indonesia
Apakah Gerhana Matahari Aman Dilihat dengan Mata Telanjang?
Gerhana Matahari parsial tidak boleh dilihat langsung dengan mata tanpa perlindungan khusus.
Cahaya Matahari tetap dapat menyebabkan kerusakan serius pada mata meskipun sebagian besar permukaannya tertutup Bulan.
Royal Observatory Greenwich merekomendasikan penggunaan kacamata khusus gerhana dengan standar keselamatan yang sesuai.
Kacamata hitam biasa tidak dapat menggantikan perlindungan khusus karena tidak dirancang menyaring radiasi Matahari secara aman.
Alternatif lain adalah menggunakan teleskop surya atau metode proyeksi lubang jarum untuk mengamati fenomena tersebut.
Perlindungan mata menjadi semakin penting ketika mengamati gerhana parsial karena permukaan Matahari masih terlihat.
BACA JUGA:Fenomena Langka! Daratan Dieng Diselimuti Es Saat Musim Penghujan, Suhu Capai 3,5 Derajat Celcius
Apakah Ada Fenomena Langit Lain Setelah Gerhana?
Menariknya, gerhana Matahari 12 Agustus 2026 berlangsung berdekatan dengan puncak hujan meteor Perseid.
Royal Observatory Greenwich mencatat hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada malam 12 hingga 13 Agustus.
Kondisi Bulan baru membuat cahaya Bulan tidak terlalu mengganggu pengamatan meteor pada malam tersebut.
Artinya, penggemar astronomi mendapatkan dua fenomena langit menarik dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Sob, kombinasi gerhana Matahari dan hujan meteor membuat pertengahan Agustus 2026 menjadi periode menarik bagi pengamat langit.
Apa yang Membuat Gerhana 2026 Berbeda dari Gerhana 1999?
Gerhana 1999 menjadi salah satu gerhana Matahari total paling dikenang di Inggris karena jalur totalitas melewati Cornwall.
Pada 2026, masyarakat Inggris hanya mendapatkan gerhana parsial dengan tingkat penutupan mencapai sekitar 90 hingga 96 persen.