Bayangan tersebut disebut umbra, yaitu bagian terdalam bayangan Bulan ketika Matahari tertutup sepenuhnya.
Sementara wilayah yang berada dalam penumbra hanya melihat sebagian permukaan Matahari tertutup oleh Bulan.
Karena itu, meskipun sebuah negara berada dekat jalur gerhana, belum tentu seluruh wilayahnya mengalami fase total.
Posisi geografis pengamat menjadi faktor penting untuk menentukan jenis gerhana yang terlihat dari suatu lokasi.
BACA JUGA:Gerhana Matahari Total Bakal Terjadi di Wilayah Bumi Sebelum Idul Fitri?
Bagaimana Gerhana Matahari Total Bisa Terjadi?
Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan bergerak di antara Bumi dan Matahari dari sudut pandang pengamat.
Posisi tersebut membuat Bulan menghalangi cahaya Matahari yang biasanya mencapai permukaan Bumi.
Ketika pengamat berada tepat dalam jalur umbra, seluruh piringan terang Matahari dapat tertutup oleh Bulan.
Kondisi itulah yang kemudian menghasilkan gerhana Matahari total selama beberapa menit.
NASA menjelaskan bahwa fase total pada sebagian besar jalur berlangsung kurang dari dua menit.
Di sekitar pusat jalur gerhana, durasi totalitas dapat berlangsung sedikit lebih lama, tetapi tetap kurang dari dua setengah menit.
BACA JUGA:Catat! 5 Amalan Saat Gerhana Matahari, Umat Muslim Harus Tahu
Kenapa Gerhana Total Hanya Terjadi di Jalur yang Sangat Sempit?
Bayangan Bulan yang mencapai permukaan Bumi memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan luas permukaan planet.
Akibatnya, hanya wilayah tertentu yang berada tepat dalam lintasan umbra dapat melihat Matahari tertutup sepenuhnya.
Pergerakan Bulan dan rotasi Bumi kemudian membuat jalur bayangan tersebut bergerak melintasi permukaan planet.
Inilah alasan satu negara bisa mengalami gerhana total, sementara negara tetangganya hanya menyaksikan gerhana parsial.