Royal Observatory Greenwich menyebut Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia bagian utara mendapatkan tingkat penutupan Matahari cukup tinggi.
Namun, wilayah tersebut tidak berada dalam jalur totalitas sehingga piringan Matahari tidak tertutup sepenuhnya.
Fenomena parsial tetap dapat terlihat dramatis ketika persentase penutupan Matahari mencapai tingkat tinggi.
Karena itu, pengamatan dari Eropa Barat tetap menjadi salah satu daya tarik utama gerhana tahun ini.
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit Indonesia, Fenomena Langka Terakhir sebelum 2029
Negara Mana yang Mendapatkan Gerhana Total Paling Menarik?
Spanyol menjadi salah satu lokasi favorit karena jalur totalitas melewati sejumlah wilayah di bagian utara dan tengah negara tersebut.
Beberapa kota Spanyol yang berada dalam jalur totalitas antara lain A Coruña, Oviedo, Zaragoza, Bilbao, dan Valencia.
Islandia juga menjadi lokasi menarik karena Reykjavik termasuk kawasan yang dapat mengalami fase totalitas.
Greenland turut berada di jalur utama sehingga menjadi salah satu wilayah strategis untuk pengamatan astronomi.
NASA mencatat durasi totalitas berbeda berdasarkan lokasi, dengan fase terlama berada di sekitar bagian tengah jalur.
BACA JUGA:Fenomena Langit Ramaikan Januari 2026, dari Supermoon hingga Jupiter Paling Terang
Berapa Lama Gerhana Matahari Total Berlangsung?
Fase total gerhana Matahari sebenarnya berlangsung sangat singkat dibandingkan keseluruhan proses gerhana.
NASA mencatat sebagian besar pengamat dalam jalur totalitas hanya mendapatkan waktu kurang dari dua menit.
Lokasi yang berada dekat pusat jalur dapat memperoleh fase total sedikit lebih lama.
Namun, durasinya tetap kurang dari dua setengah menit bahkan pada lokasi dengan kondisi terbaik.
Justru karena singkat, momen totalitas menjadi salah satu fenomena astronomi yang sangat diburu pengamat.