Jadwal Serangan Diubah Mendadak, Operasi AS dan Israel Berujung Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran

Minggu 01-03-2026,17:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Serangan simultan di beberapa titik disebut menjadi bagian dari strategi untuk mencegah koordinasi balasan dalam waktu cepat.

Target diarahkan ke pucuk komando

Perubahan waktu operasi bukan sekadar keputusan taktis. Langkah itu dimaksudkan untuk melumpuhkan lapisan tertinggi struktur militer Iran dalam satu momentum.

BACA JUGA:Kasus Viral di Jayapura, Istri Anggota TNI Diduga Terlibat Perselingkuhan dengan 13 Prajurit

Selain Khamenei, sejumlah pejabat utama telah masuk daftar sasaran. Mereka meliputi Mohammad Pakpour yang menjabat panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Laksamana Ali Shamkhani selaku kepala Dewan Militer, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, serta komandan Angkatan Udara IRGC Seyyed Majid Mousavi.

Pada Minggu 01 Maret 2026, kantor berita resmi Iran IRNA mengonfirmasi kematian dua tokoh militer senior akibat serangan tersebut, yakni Laksamana Muda Shamkhani dan Mayor Jenderal Pakpour.

Konfirmasi ini memperkuat indikasi bahwa operasi tersebut memang diarahkan pada pusat pengambilan keputusan militer Iran.

Buah pengumpulan intelijen jangka panjang

Keberhasilan serangan disebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Operasi ini merupakan hasil pengumpulan data intelijen yang berlangsung sejak tahun sebelumnya.

Selama periode ketegangan yang meningkat dalam 12 hari terakhir, aparat intelijen Amerika Serikat dilaporkan berhasil mempelajari pola komunikasi serta mekanisme mobilitas Khamenei ketika berada dalam situasi tekanan keamanan tinggi.

BACA JUGA:Pria Tewas Dibacok saat Tidur di Bantul Ternyata Anggota Brigade Joxzin

Informasi tersebut memberi gambaran mengenai cara lingkaran kepemimpinan Iran bergerak dan berkoordinasi saat menghadapi ancaman.

Meski pejabat intelijen tertinggi Iran dilaporkan berhasil menghindari serangan awal, sejumlah sumber menyebut jajaran senior badan intelijen Iran mengalami kerusakan besar akibat gelombang serangan lanjutan yang menargetkan lokasi persembunyian mereka.

Hingga kini, Gedung Putih maupun CIA belum memberikan pernyataan resmi terkait operasi tersebut dan memilih menahan komentar publik.

Kategori :