Jadwal Serangan Diubah Mendadak, Operasi AS dan Israel Berujung Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran

Minggu 01-03-2026,17:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mengubah secara mendadak jadwal operasi militer yang menyasar pusat kekuasaan Iran di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pergeseran waktu itu disebut menjadi faktor kunci keberhasilan serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Rencana awal operasi disusun untuk dilakukan pada malam hari. Namun, perkembangan intelijen terbaru mendorong perubahan strategi. Informasi yang diperoleh badan intelijen Amerika Serikat menunjukkan peluang langka untuk menyerang saat sejumlah elite militer dan politik Iran berkumpul dalam satu waktu.

Serangan kemudian dijadwalkan ulang menjadi pagi hari. Keputusan ini diambil setelah pemantauan berbulan-bulan terhadap pola aktivitas Khamenei menghasilkan kepastian mengenai lokasi dan agenda pertemuan penting di kompleks pemerintahan Teheran.

Khamenei dilaporkan meninggal dunia di kediamannya akibat serangan tersebut. Ia tewas bersama putri, menantu, serta cucunya yang berada di lokasi saat serangan terjadi.

Membidik pertemuan elite pertahanan

Pejabat yang mengetahui proses perencanaan operasi menyebut CIA telah lama memetakan rutinitas dan pergerakan pemimpin tertinggi Iran. Pemantauan intensif itu akhirnya menemukan momentum yang dianggap paling menentukan.

BACA JUGA:Sekolah Perempuan Dibom, Iran Ancam Balasan atas Serangan Israel dan AS

Intelijen memastikan Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran dijadwalkan menghadiri pertemuan penting pada Sabtu pagi di kawasan pusat kepemimpinan negara.

Area tersebut merupakan salah satu titik paling strategis di Teheran karena menjadi lokasi kantor presiden, kantor pemimpin tertinggi, serta Dewan Keamanan Nasional Iran.

"AS dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan guna memanfaatkan informasi tentang pertemuan di kompleks pemerintahan di Teheran pada Sabtu pagi," ungkap seorang sumber yang berbicara dengan syarat anonim, sebagaimana dikutip dari The New York Times.

Perubahan jadwal ini disebut dirancang untuk menciptakan efek kejut sekaligus memaksimalkan peluang melumpuhkan struktur komando Iran secara bersamaan.

Operasi dimulai sebelum fajar

Serangan diawali sekitar pukul 06.00 waktu Israel ketika jet tempur yang membawa amunisi presisi jarak jauh lepas landas menuju target. Operasi berlangsung cepat dan terkoordinasi.

BACA JUGA:Situasi Memanas di Perbatasan, Fakta Konflik Pakistan dan Afghanistan

Sekitar dua jam lima menit kemudian, atau pukul 09.40 waktu Teheran, rudal-rudal menghantam kompleks pemerintahan. Ledakan terjadi ketika sejumlah pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung utama.

Pada saat yang hampir bersamaan, Khamenei dilaporkan berada di bangunan lain yang letaknya berdekatan dengan lokasi pertemuan tersebut.

“Serangan pagi ini dilakukan secara serentak di beberapa lokasi di Teheran, di salah satunya terdapat tokoh-tokoh senior dari jajaran politik-keamanan Iran yang berkumpul,” tulis pejabat pertahanan Israel tersebut dalam pesan singkatnya.

Kategori :