Dilema Ibu Menyusui Saat Ramadhan: Rahasia ASI Tetap Deras Meski Berpuasa

Rabu 11-03-2026,07:00 WIB
Reporter : M. Rafa Nugraha
Editor : T. Sucipto

POSTINGNEWS.ID -- Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak ibu menyusui yang mulai dilanda rasa cemas. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "Apakah ASI saya akan seret kalau ikut berpuasa?"

Kabar baiknya, tubuh manusia adalah mesin yang sangat cerdas. Produksi ASI tidak akan berhenti begitu saja hanya karena kamu menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Kuncinya ada pada satu momentum krusial, yaitu saat sahur.

BACA JUGA:Boleh atau Tidak Menyusui Suami, Buya Yahya: 'Hukum Menyusui Suami...'

Sahur: Bukan Sekadar Makan, Tapi Investasi Nutrisi

Bagi pejuang ASI, sahur adalah bahan bakar utama untuk memproduksi "emas cair" sepanjang hari. Apa yang kamu konsumsi saat dini hari akan menentukan kualitas dan kuantitas ASI saat matahari sedang terik-teriknya.

Prinsipnya sederhana: jangan hanya mengejar rasa kenyang sementara. Fokuslah pada komposisi gizi yang lengkap dan seimbang agar energi tetap stabil dan nutrisi untuk si kecil tidak berkurang sedikit pun.

BACA JUGA:Apakah Ibu Menyusui Boleh Puasa? Simak Kata Para Ahli

Lemak Sehat: Sahabat Karib Kualitas ASI

Seringkali kita takut pada lemak, padahal bagi ibu menyusui, lemak adalah pahlawan. Lemak sehat berfungsi meningkatkan kualitas kekentalan ASI dan menjadi cadangan energi jangka panjang agar kamu tidak mudah lemas.

Masukkan irisan buah alpukat, ikan yang kaya omega-3, atau segenggam kacang-kacangan ke dalam menu sahormu. Lemak ini akan membantu tubuh tetap bertenaga meski jam menunjukkan waktu ashar yang rawan.

BACA JUGA:Ternyata Banyak Mitos dan Fakta Seputar Ibu Menyusui yang Masih Dipercaya, Ini Penjelasan Ahli

Karbohidrat Kompleks untuk Energi Tanpa "Crash"

Hindari terlalu banyak karbohidrat sederhana yang bikin gula darah naik cepat tapi anjlok seketika. Hal ini justru akan membuatmu cepat merasa lapar dan gemetar di siang hari.

Gantilah nasi putih dengan nasi merah atau gandum utuh. Karbohidrat kompleks ini butuh waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga pelepasan energinya bertahap dan kamu bisa merasa kenyang lebih lama.

BACA JUGA:Anda Menyusui Saat Puasa? Tenang, Kualitas ASI Akan Tercukupi untuk Si Buah Hati

Protein dan Sayuran: Bahan Baku Utama ASI

Protein adalah bahan bangunan utama dalam produksi ASI. Kamu bisa mengombinasikan protein hewani seperti telur, daging tanpa lemak, atau ikan dengan protein nabati seperti tempe dan tahu yang akrab di lidah.

Jangan lupakan "pasukan hijau" seperti bayam dan brokoli yang kaya vitamin. Sebagai pelengkap, konsumsi kurma atau jeruk untuk menjaga hidrasi alami tubuh sekaligus memberikan asupan mineral yang dibutuhkan oleh sang buah hati.

 

Kategori :