Geram Total! Tunggu Berjam-jam Tanpa Kepastian, Penumpang Super Air Jet Malah Ditinggal Pesawat

Sabtu 14-02-2026,20:48 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

"Aku maju ke depan, aku ngomong dengan baik gitu walaupun dengan nada tinggi, karena menurutku ini udah enggak masuk akal. Mereka enggak ada informasi apapun," ujarnya.

Ia mengatakan saat itu terdapat banyak bayi di dalam pesawat. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang merasa semakin tidak nyaman.

BACA JUGA:Heboh! Penonaktifan 11 Juta Peserta BPJS Disebut atas Instruksi Presiden

Tak lama kemudian, pihak maskapai mengumumkan bahwa penumpang akan dipindahkan ke pesawat lain. Seluruh penumpang diminta turun dan mengambil kembali bagasi masing-masing. Namun, menurut Bobby, tidak ada informasi jelas mengenai durasi proses pemindahan tersebut.

Proses Pindah Pesawat yang Membingungkan

Dalam masa penantian itu, anaknya kembali muntah untuk kedua kalinya. Ia dan istrinya kemudian membawa sang anak ke lounge bandara untuk beristirahat.

"Aku sama adikku udah bolak-balik ke gate-nya, ngelihat udah sampai mana perkembangannya. Nah, saat saya ke sana itu memang udah pada masuk beberapa tuh, tinggal beberapa orang termasuk saya gitu," katanya.

Bobby mengaku sempat berbicara dengan seorang kru perempuan di boarding gate. Ia memberi tahu bahwa istrinya sedang berada di lounge bersama anak mereka yang demam.

"Saya bilang gitu, demam. Nah, si krunya bilang, 'Oke, Pak, kami tunggu'. Ya, oke, akhirnya karena di situ saya sama sama ponakan saya, saya bilang sama ponakan saya untuk tungguin," ujarnya.

Ia kemudian menuju lounge menggunakan shuttle karena jaraknya cukup jauh dari gate keberangkatan.

Tertinggal Pesawat, Barang Sudah Terbang

Saat kembali ke gate, situasi justru berubah drastis. Bobby mendapati adiknya menangis karena pesawat telah lepas landas tanpa mereka. Seluruh barang keluarga, termasuk perlengkapan anak, sudah lebih dulu terbawa di dalam pesawat.

Maskapai kemudian menawarkan penerbangan pengganti pada keesokan hari pukul 11.00 WIB. Tawaran itu membuat Bobby emosi karena kondisi anaknya yang membutuhkan perlengkapan penting.

"Nah, di situ saya langsung naik pitam. Kenapa? Karena itu waktunya lama banget, anak saya butuh susu, bahkan di situ anak saya sudah minum air putih. Saya di situ sedih, istri saya udah segukan nangis karena bayangin anak kecil seumur itu harus nunggu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam," katanya.

Setelah negosiasi lebih lanjut, Bobby dan keluarga akhirnya mendapat penerbangan pukul 04.00 WIB keesokan hari serta fasilitas penginapan yang berjarak sekitar 14 kilometer dari bandara.

"Kita enggak masalah sebenarnya, tapi yang kita jadi masalahin adalah susu, susu anak kita, waktu anak kita, anak kita tiba-tiba sakit saat nunggu di situ," tuturnya.

Mereka hanya sempat beristirahat sekitar tiga jam sebelum kembali ke bandara pada pukul 02.00 WIB untuk mengejar penerbangan pagi menuju Bali.

"Sekarang anak masih sakit. Hari ini dipijat, terus kita beli diffuser, terus aku coba metode untuk buah pir diminum nanti pakai jahe. Nanti kalau enggak bisa juga, akhirnya kita mau ke uap, uap dekat sini yang dokter," katanya.

Pilih Refund dan Ganti Maskapai

Kategori :