POSTINGNEWS.ID --- Ada kabar gembira yang wajib lo tahu soal kesehatan di negeri kita. Indonesia baru aja mencatatkan rekor terendah untuk kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di sepanjang tahun 2025 kemarin!
Data dari Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPBK), Asnawi Abdullah, menunjukkan angka Case Fatality Rate (CFR) kita terjun bebas. Dari yang tadinya 0,9 persen di tahun 2021, sekarang cuma sisa 0,4 persen aja.
Artinya, meski nyamuk Aedes aegypti masih berkeliaran di sekitar kita, sistem kesehatan kita udah jauh lebih sigap. Semakin sedikit nyawa yang hilang gara-gara penyakit musiman yang satu ini.
BACA JUGA:Awas DBD Mengintai! Ini 4 Trik Jitu Usir Nyamuk dari Rumah Tanpa Bau Kimia Menyengat
Bangkit dari "Serangan" El Niño yang Sempat Bikin Panik
Kalau lo ingat, tahun 2024 lalu kita sempat dihantam lonjakan kasus yang cukup ngeri gara-gara fenomena El Niño. Cuaca ekstrem emang selalu jadi sahabat karib buat perkembangbiakan jentik nyamuk.
Tapi hebatnya, Indonesia cuma butuh waktu setahun buat pulih total. Keberhasilan ini bukan cuma karena fasilitas rumah sakit yang makin oke, tapi juga berkat gerakan komunitas yang bener-bener "dahsyat".
Asnawi memuji banget peran para pahlawan tanpa tanda jasa alias Jumantik. Relawan pemantau jentik ini yang capek-capek door-to-door buat memastikan nyamuk nggak dapet tempat buat bertelur di rumah kita.
BACA JUGA:Kasus Kematian DBD Semakin Menggila, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak
Lampaui Target Nasional, Siap Menuju Nol Kematian 2030
Pencapaian angka 0,4 persen ini bukan cuma sekadar angka statistik biasa, tapi sudah melampaui target nasional yang dipatok di angka 0,5 persen. Indonesia bener-bener lagi di jalur yang tepat!
Sekarang fokus pemerintah makin ambisius: mencapai "Nol Kematian Dengue" pada tahun 2030 mendatang. Dengan tren positif kayak sekarang, impian itu rasanya nggak mustahil buat digapai.
Tinggal gimana kita konsisten menjaga kebersihan lingkungan dan tetap support program-program kesehatan pemerintah. Karena pada akhirnya, kesehatan kita adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma tugas dokter.
BACA JUGA:Waspada DBD Pada Si Kecil, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!
Pelajaran Penting: Gotong Royong Itu Masih Sakti!
Kasus DBD ini jadi bukti kalau gotong royong dan kepedulian tingkat RT/RW itu masih jadi senjata paling ampuh di Indonesia. Teknologi medis emang penting, tapi pencegahan di sumbernya jauh lebih krusial.
Jangan pernah ngeremehin genangan air kecil di pot bunga atau bak mandi yang jarang dikuras. Langkah simpel lo buat jaga kebersihan rumah itu kontribusi nyata buat target nol kematian di 2030.
Yuk, terusin tren positif ini! Indonesia sehat, kita pun bisa beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui bayang-bayang nyamuk DBD yang mematikan.