Polisi Siapkan Pengumuman Penting soal Kematian Lula Lahfah, Bakal Libatkan Kemenkes hingga Ahli Forensik

Polisi Siapkan Pengumuman Penting soal Kematian Lula Lahfah, Bakal Libatkan Kemenkes hingga Ahli Forensik

Lula lahfah meninggal dunia.-@pembasmikehaluanreal-Instagram

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Penyebab wafatnya selebgram Lula Lahfah yang meninggal secara mendadak masih menjadi tanda tanya. Kepolisian berjanji membuka tabir peristiwa itu lewat penjelasan ilmiah yang akan disampaikan secara terbuka.

Polda Metro Jaya menyiapkan konferensi pers berskala besar. Tidak hanya penyidik yang akan hadir, tetapi juga perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta tim laboratorium forensik. Langkah ini ditempuh untuk merespons perhatian publik yang tinggi sekaligus meredam spekulasi yang berkembang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan pengusutan perkara dilakukan dengan pendekatan Scientific Crime Investigation. Menurut dia, kesimpulan tidak akan diumumkan sebelum seluruh hasil pemeriksaan rampung.

"Nanti setelah hasil laboratorium forensik keluar, kami akan melaksanakan konferensi pers secara komprehensif dengan menghadirkan dari Kementerian Kesehatan, laboratorium forensik, dokter yang memeriksa riwayat medis maupun visum luar terhadap jenazah," kata Budi kepada wartawan, Rabu 28 Januari 2026.

Sejauh ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sepuluh orang saksi. Mereka terdiri atas orang-orang terdekat almarhumah, termasuk kekasihnya Reza Arap, asisten pribadi, teknisi apartemen, hingga sopir.

BACA JUGA:Polisi Beri Penjelasan Soal Dugaan Overdosis Kematian Lula Lahfah

Namun pemeriksaan belum berhenti. Polisi masih menunggu kehadiran sejumlah saksi lain yang dinilai penting. Salah satunya perempuan berinisial V yang disebut sebagai rekan dekat korban.

"Pasti ada saksi tambahan. Nanti akan bertambah seperti teman yang bersangkutan, Saudari V. Ini kan masih belum hadir, kita akan memeriksa itu. Termasuk orang yang datang setelah kejadian tersebut," ujar Budi.

Selain keterangan saksi, polisi juga menelusuri aspek medis. Dokter RS Fatmawati yang melakukan visum luar telah dimintai keterangan. Begitu pula dokter dari sebuah klinik di Depok yang mengeluarkan surat kematian. Rekam medis korban di Rumah Sakit Pondok Indah turut ditelusuri.

Seluruh data tersebut dikumpulkan untuk memastikan penyebab kematian tidak disimpulkan secara tergesa-gesa. Polisi juga mengirim sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian ke laboratorium forensik.

"Kami juga mengirim beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Ini masih dalam proses pengolahan uji laboratorium. Kita semua menunggu hasilnya," kata Budi.

BACA JUGA:Digugat Cerai Boiyen setelah 2 Bulan Menikah, Ucapan Rully Anggi soal Menikah Kembali Disorot Publik

Terkait keputusan keluarga yang menolak autopsi, Budi menjelaskan bahwa hal itu didasarkan pada temuan awal tim medis. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan.

"Hasil keterangan dari dokter, pertama tidak adanya tanda-tanda kekerasan, tidak adanya tanda-tanda penganiayaan. Sehingga pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan bedah mayat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait