Menangis di Makam saat Ziarah Kubur, Ini Batasan Menurut Sunnah

Minggu 08-02-2026,20:47 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Ziarah kubur menempati posisi penting dalam tradisi keislaman. Amalan ini dianjurkan sebagai sarana mendoakan orang yang telah wafat sekaligus pengingat bahwa hidup di dunia bersifat sementara.

Anjuran tersebut bersandar pada keterangan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Buraidah. Dalam hadis itu Rasulullah menyampaikan,

"Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan 'hujran' (ucapan-ucapan batil)." (HR Muslim).

Di makam, suasana kerap membawa peziarah pada perasaan haru. Air mata jatuh karena rindu, penyesalan, atau kesadaran akan batas usia manusia. Pertanyaannya kemudian muncul, apakah menangis di makam dibenarkan dalam ajaran Islam.

Menangis di makam dalam pandangan Islam

Menangis saat ziarah kubur pada dasarnya tidak dilarang. Dalam buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani dijelaskan bahwa tangisan yang wajar diperbolehkan selama tidak melampaui batas. Rasulullah SAW sendiri pernah meneteskan air mata ketika menziarahi makam ibunya.

BACA JUGA:Kutip Surat Ar-Ra’d Ayat 11, Prabowo Ajak Ulama-Umara Bersatu Selamatkan Bangsa

Yang dilarang adalah bentuk ratapan berlebihan. Meronta, meraung, atau merobek pakaian termasuk perilaku yang tidak dibenarkan. Islam menekankan ketenangan dan sikap hormat saat berada di area pemakaman.

Selain menahan diri dari sikap berlebihan, peziarah dianjurkan memperbanyak doa. Rasulullah SAW kerap mendatangi makam para sahabat untuk memohonkan ampun dan rahmat bagi mereka.

Namun, ketentuan itu tidak berlaku bagi jenazah nonmuslim. Doa permohonan ampun tidak diperkenankan bagi orang musyrik atau kafir.

Dalam berdoa, mengangkat tangan diperbolehkan. Arah tubuh tidak ditujukan langsung ke makam, melainkan ke kiblat. Posisi berdiri juga lebih dianjurkan. Berdoa sambil berdiri dinilai lebih sesuai dengan tuntunan sunnah.

Adab ziarah kubur yang dianjurkan

Agar ziarah bernilai ibadah, terdapat sejumlah adab yang perlu diperhatikan. Tuntunan ini bersumber dari praktik dan sabda Rasulullah SAW.

BACA JUGA:Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026? Simak Niat dan Amalan yang Dianjurkan

  1. Mengucapkan salam

Kategori :