POSTINGNEWS.ID - Kabar mengejutkan datang dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Pandeglang, Banten. Seorang manajer perusahaan tersebut diduga kuat melakukan aksi pelecehan seksual terhadap karyawatinya sendiri di dalam ruang kerja.
Aksi tidak terpuji ini terbongkar setelah keluarga korban merasa curiga dengan perubahan sikap drastis sang perempuan. Korban yang biasanya ceria, mendadak jadi pemurung dan terus menangis.
Pihak keluarga mengaku sangat geram dengan kelakuan bejat sang manajer yang seharusnya menjadi pelindung bagi bawahannya. Kini, kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum.
Insiden memilukan ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap perempuan di lingkungan kerja yang sangat meresahkan publik.
BACA JUGA:Panas! Sahara Laporkan Balik Yai Mim, Tuduhan Baru Soal Pelecehan
Kronologi Mencekam: Pintu Langsung Dikunci rapat
Amir, paman korban, membeberkan detik-detik peristiwa kelam tersebut. Kejadian bermula saat korban dipanggil oleh sang manajer untuk menghadap ke ruang kerjanya pada Jumat (23/1/2026).
Tanpa rasa curiga, korban masuk ke ruangan untuk urusan pekerjaan. Namun, situasi berubah mencekam ketika sang manajer tiba-tiba mengunci pintu ruangan dari dalam agar korban tak bisa kabur.
"Dia dipanggil ke ruangan, ruangan langsung dikunci. Langsung terjadi (pelecehan) di ruangan manajer tersebut," ungkap Amir dengan nada emosi saat memberikan keterangan kepada media.
BACA JUGA:Memilih Dokter Kandungan atau Rumah Sakit yang Aman: Tips untuk Menghindari Pelecehan
Korban Syok Berat hingga Masuk Rumah Sakit
Trauma yang dialami korban rupanya sangat mendalam. Sepulang kerja, ia langsung mengurung diri di kamar dan menangis tanpa henti selama dua hari berturut-turut.
Sang ayah yang curiga akhirnya mencoba menegur hingga korban berani menceritakan aksi bejat atasannya. Kondisi psikis yang terguncang hebat membuat korban jatuh sakit dan lemas.
"Sampai sekarang nggak masuk kerja. Bahkan kemarin ada perawatan, psikisnya kena nge-drop dia dibawa ke rumah sakit kemarin sore," jelas Amir.
Polisi Terima Laporan, Kasus Mulai Didalami
Tak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga korban resmi melaporkan sang manajer ke Polres Pandeglang. Mereka menuntut keadilan dan berharap pelaku segera diringkus.
Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menerima aduan tersebut. Saat ini, Satreskrim Polres Pandeglang tengah mempelajari berkas laporan untuk melakukan langkah penyelidikan lebih lanjut.