Tren Fibermaxxing Digandrungi Masyarakat, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Konsumsi Serat Berlebihan

Sabtu 24-01-2026,17:33 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Tren pola makan tinggi serat atau yang dikenal dengan istilah fibermaxxing mulai banyak diikuti masyarakat. Pola ini mendorong konsumsi serat dalam jumlah besar dengan tujuan menjaga kesehatan pencernaan dan berat badan.

Namun, ahli gizi klinis mengingatkan bahwa konsumsi serat yang berlebihan juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Ahli gizi klinis, Dr. dr. Luciana B Sutanto MS SpGK(K), mengatakan, prinsip dasar gizi tetap harus dijaga. Menurut dia, asupan berlebihan pada satu jenis zat gizi bisa mengganggu keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

“Segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Konsumsi serat berlebihan akan mengurangi asupan makanan dari kelompok lain, misalnya bahan makanan sumber karbohidrat dan protein,” kata Luciana saat dihubungi di Jakarta pada Jumat, 23 Januari 2026.

Luciana menjelaskan, kebutuhan serat harian orang Indonesia berada pada kisaran 30 hingga 37 gram per hari. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menunjang fungsi tubuh tanpa menimbulkan efek samping.

BACA JUGA:Waspada! HP Mudah Panas Tanda Disadap? Begini Cara Mengeceknya

Ia mengingatkan bahwa konsumsi serat yang melampaui kebutuhan dapat mengganggu keseimbangan asupan gizi. Kondisi ini berpotensi menurunkan asupan zat gizi penting lain yang dibutuhkan tubuh setiap hari.

Masalah juga bisa muncul bila konsumsi serat tinggi tidak diimbangi dengan asupan cairan yang memadai. Menurut Luciana, kondisi tersebut dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan.

“Konsumsi serat berlebihan, jika tidak diimbangi asupan air yang cukup, dapat menyebabkan sembelit,” katanya.

Luciana menegaskan bahwa serat memang memiliki peran penting bagi kesehatan. Namun, manfaat tersebut hanya akan diperoleh jika dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Serat diketahui membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Asupan serat juga berperan dalam mengontrol berat badan karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

BACA JUGA:Merinding! Puluhan Bayi Ular Kobra Bersarang di Saluran Air Perumahan Madiun

Tak hanya itu, serat juga berkontribusi dalam menurunkan kadar kolesterol jahat, mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe dua, dan kanker usus besar.

Meski demikian, Luciana mengimbau masyarakat agar tidak serta-merta mengikuti tren diet yang populer tanpa dasar ilmiah yang jelas. Ia menilai kebiasaan tersebut justru dapat berdampak buruk jika tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Ia menyarankan masyarakat untuk merujuk pada pedoman gizi yang dikeluarkan oleh institusi resmi. Menurutnya, pedoman tersebut disusun berdasarkan kajian ilmiah dan kebutuhan gizi masyarakat.

Kategori :