Innalillahi! Masjid di Serang Ambruk Pas Direnovasi, 1 Warga Tewas Tertimpa Puing

Sabtu 24-01-2026,13:00 WIB
Reporter : M. Rafa Nugraha
Editor : T. Sucipto

POSTINGNEWS.ID - Niat mulia warga Kampung Bojong, Desa Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten, berakhir memilukan. Sebuah bangunan masjid yang sedang diperbaiki secara swadaya tiba-tiba ambruk dan menelan korban jiwa.

Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, puluhan warga tengah semangat bahu-membahu melakukan gotong royong renovasi tempat ibadah tersebut.

Namun, suasana kerja bakti yang hangat mendadak berubah jadi jerit histeris. Struktur bangunan yang diduga rapuh runtuh seketika dan menimbun warga yang berada di bawahnya.

Akibat kejadian ini, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya harus dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka serius akibat hantaman material.

BACA JUGA:Purbaya Siap Rogoh APBN buat Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny yang Ambruk

Detik-detik Bangunan Runtuh Menimpa Warga

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga, mengonfirmasi kecelakaan kerja tersebut. Menurutnya, bangunan roboh tepat saat aktivitas rehab sedang berjalan intensif.

"Kejadian bermula ketika korban sedang bergotong royong melakukan rehab masjid, namun tiba-tiba bangunan ambruk menimpa warga," ujar Jhony dalam keterangannya.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri. Reruntuhan beton dan kayu langsung menghantam tubuh mereka yang berada di posisi paling bawah.

Warga yang selamat langsung berusaha membongkar puing untuk mengevakuasi rekan mereka. Ketegangan menyelimuti lokasi saat proses penyelamatan berlangsung darurat.

BACA JUGA:Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Dapat Bantuan dan Santunan dari Kemensos, Gus Ipul: Kita Sampaikan Dukungan!

Satu Korban Jiwa: Pak Jueni Menghembuskan Napas Terakhir

Tercatat ada tiga korban dalam musibah ini, yakni Jueni (60), Hamdan (60), dan Muhadi. Ketiganya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sesaat setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.

Sayangnya, nyawa salah satu warga tidak tertolong. Bapak Jueni (60) dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis tak lama setelah tiba di puskesmas akibat luka yang terlalu parah.

"Informasi terbaru, korban atas nama Bapak Jueni dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas," jelas Jhony dengan nada duka.

Kepergian Pak Jueni meninggalkan duka mendalam bagi warga Kampung Bojong. Beliau dikenal sebagai sosok yang rajin dan bersemangat dalam setiap kegiatan sosial di desanya.

BACA JUGA:Polisi Masih Selidiki Tersangka Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim: Mohon Bersabar..

Dua Warga Masih Dirawat Intensif

Kategori :