Posisi BAB Duduk Dinilai Tingkatkan Risiko Wasir, Ini Penjelasan Dokter

Kamis 15-01-2026,16:24 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id - Kebiasaan buang air besar berkaitan erat dengan risiko wasir atau hemoroid. Posisi tubuh saat di toilet menjadi salah satu faktor yang kerap luput diperhatikan.

Penggunaan WC duduk sering disebut berpotensi meningkatkan tekanan di sekitar anus, terutama bila digunakan tanpa memperhatikan posisi dan durasi. Tekanan ini dapat memicu pembengkakan pembuluh darah di area tersebut.

Dokter spesialis bedah umum RS Pondok Indah–Puri Indah, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, mengatakan struktur anatomi manusia sebenarnya lebih mendukung posisi jongkok saat buang air besar.

“Secara posisi anatomi, yang paling baik adalah jongkok, bukan duduk,” kata dr. Franky saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 12 Januari 2026.

Menurut dia, jongkok merupakan posisi alami yang membuat saluran pembuangan berada dalam kondisi lebih lurus. Dengan posisi tersebut, feses dapat keluar lebih lancar tanpa perlu mengejan keras.

BACA JUGA:5 Manfaat Ubi Cilembu yang Jarang Diketahui Orang, Ternyata Cocok untuk Penderita Diabetes Loh

Ketika seseorang jongkok, rektum tidak berada dalam posisi tertekuk. Aliran feses menjadi lebih mudah dan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dapat diminimalkan. Sebaliknya, posisi duduk membuat rektum membentuk sudut tertentu.

“Kalau duduk, ada sudut (rektum tertekuk). Makanya rata-rata orang mengejan (lebih keras). Coba perhatikan kalau BAB-nya duduk dengan jongkok, feses lebih mudah keluar saat jongkok,” ujar dr. Franky.

Selain posisi, durasi berada di toilet juga berperan dalam meningkatkan risiko wasir. Duduk terlalu lama di WC, terutama sambil bermain ponsel, dapat memperpanjang tekanan di area anus.

“Yang penting diingat, BAB itu kalau sudah ingin BAB. Bukan menunggu di kamar mandi sambil pegang HP,” kata dia.

Ia menilai banyak orang tetap duduk di toilet meski proses buang air besar sudah selesai. Ada pula yang belum benar-benar merasa mulas, tetapi tetap berada di WC dengan harapan tubuh akan terdorong mengeluarkan feses.

BACA JUGA:Cek di Sini! Link Download Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans

Kebiasaan tersebut membuat pembuluh darah di sekitar anus menerima tekanan lebih lama. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan.

Karena itu, pencegahan wasir tidak hanya bergantung pada jenis toilet yang digunakan. Memperhatikan posisi buang air besar dan membatasi waktu berada di toilet menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan bagian bawah.

Kategori :