JAKARTA, POSTINGNEWS.ID --- Perbedaan pendapat dalam rumah tangga adalah hal wajar dan hampir pasti terjadi.
Namun, konflik yang dipertontonkan langsung di depan anak bisa meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.
Anak bukan hanya penonton, tetapi juga penyerap emosi, suara, dan sikap orang tuanya.
Setiap bentakan, nada tinggi, atau kata kasar dapat terekam kuat di ingatan anak.
BACA JUGA:Ramadan 2026 Segera Tiba, Catat Batas Akhir Bayar Utang Puasa
Tanpa disadari, pertengkaran orang tua bisa mengubah cara anak memandang rasa aman, keluarga, dan dirinya sendiri.
Bagi anak, orang tua adalah sumber perlindungan sekaligus teladan utama.
Ketika konflik terjadi berulang di depan anak, rasa nyaman dan aman bisa runtuh perlahan.
Berikut lima dampak bertengkar di depan anak yang perlu kamu pahami:
BACA JUGA:Momen Apes Sopir Terjebak Banjir, Dipotong Gaji Gegara Es Batu Mencair
1. Memicu stres sejak usia dini
Pertengkaran orang tua dapat meningkatkan hormon stres pada anak.
Anak menjadi sulit fokus belajar dan mudah mengalami keluhan fisik ringan.
Sakit kepala dan sakit perut sering muncul tanpa sebab medis yang jelas.
BACA JUGA:Diduga Korban Penipuan Investasi Timothy Ronald Sebut Dapat Ancaman dan Tekanan
2. Menumbuhkan rasa cemas dan risiko depresi
Anak bisa merasa takut kehilangan keluarganya saat melihat konflik orang tua.