Kol goreng menyerap lemak dalam jumlah besar selama proses penggorengan.
Kandungan kalori yang tinggi membuat asupan energi masuk berlebihan tanpa disadari.
Jika sering dikonsumsi bersama lauk gorengan lain, risiko kenaikan berat badan semakin besar.
BACA JUGA:Sudah Approve Dokter Kulit, Ini Rekomendasi Skincare untuk Perempuan Usia 50-an
2. Memicu penyakit jantung dan stroke
Konsumsi kol goreng berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Kolesterol jahat bisa menumpuk di pembuluh darah dan membentuk plak berbahaya.
Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Bertaruh Nyawa, Kisah Dramatis Pengajar di Aceh Tengah Naik Gondola Ekstrem ke Sekolah
3. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Kol goreng biasanya dimasak menggunakan minyak tinggi lemak jenuh.
Asupan lemak jenuh berlebih dapat mengganggu sensitivitas insulin tubuh.
Kebiasaan sering makan gorengan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
4. Berpotensi meningkatkan risiko kanker
Proses menggoreng kol pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat akrilamida.
Akrilamida merupakan senyawa berbahaya yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Paparan zat ini dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.